Tari Serampang XII, Tari Pergaulan Klasik Unik Menarik Medan Bumi Melayu.

Natamagazine.co – Tidak banyak yang mengenal tari Serampang XII kecuali oleh orang-orang di daerah-daerah yang dominan penduduknya suku Melayu, di Medan disebutnya Melayu Deli dan di Pekanbaru, Riau, Jambi, Padang, Kalimantan bahkan sampai negeri jiran Malaysia dan Singapura. Tidak sedikit pula yang berpikir sampai XII (dibaca: dua belas), apakah ada tari Serampang I sampai XI? atau apakah tarian yang merupakan tari pergaulan suku Melayu Deli, Sumatera Utara ini berjilid-jilid atau bersambung? Untuk mengenal lebih jauh tarian unik ini, simak dahulu sejarahnya.

Tari Serampang XII adalah tarian unik menarik dan klasik suku Melayu, suku yang selalu menempati daerah pesisir sepanjang pantai timur Sumatera dengan iringan musik khas berupa kecapi, akordeon, rebana, tabuh dan gendang serta alat musik tradisonal Melayu yang gemulai dengan tempo yang cepat dan berasal dari Sumatera Timur (Deli) dimana kesultanan Melayu pernah berjaya disini, dengan bukti sejarah berupa istana kesultanan Deli pada jaman lampau yang masih berdiri kokoh saat ini dan menjadi objek wisata kota Medan yang membanggakan dengan peninggalan sejarah lainnya yaitu Mesjid Raya Al Mashun, 1906 dan kolam Deli, yang lalu berganti menjadi Sumatera Utara.

Tahun 1940, seorang seniman tari bernama Guru Sauti yang lahir pada tahun 1903 di Pantai Cermin Sumatra Timur (lokasi kini berada di Pesisir Timur Provinsi Sumatra Utara). Ayah serta Ibu beliau bernama Tateh dan Asmah. Setelah menamatkan pendidikan di Normalschool voor Inland Hulpoderwijers (Sekolah Perguruan) tahun 1921 di Kota Pematang Siantar, beliau ditugaskan menjadi guru sekolah dasar di Sunggal. Selanjutnya, beliau menjadi kepala sekolah Gouvernement Inlandschool (Sekolah Dasar Negeri) di Simpang Tiga, Perbaungan. Hingga akhirnya Guru Sauti diangkat menjadi Penilik Sekolah (PS) yang diperbantukan pada Perwakilan Jawatan Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sumatera Utara sampai dengan memasuki masa pensiunnya. Pada bulan Mei 1963, Guru Sauti wafat di usia 60 tahun, dikebumikan di Kompleks Pemakaman Mesjid Raya Perbaungan.

Guru Sauti awalnya menciptakan gerakan-gerakan tari yang diperkenalkan ke masyarakat dengan nama Tari Pulau Sari. Nama ini disesuaikan dengan lagu yang mengiringi tarian ini, yaitu lagu Pulau Sari. Tarian ini menghasilkan gerakan tari yang indah serta menyampaikan pesan-pesan baik dan berbudi yang terkandung di dalamnya dengan tempo cepat. Seiring perkembangan waktu di samping ingin terus melestarikan, tari Pulau Sari pun kemudian memperoleh apresiasi dan penghargaan dari pemerintah pada saat itu.

Pada tahun 1950, terjadi perubahan pada tari Pulau Sari, yakni namanya berganti menjadi Serampang XII dengan susunan penari yang berubah. Awalnya hanya dibawakan oleh penari laki-laki saja, tapi kemudian menyertakan penari perempuan secara berpasangan. Ini tentu saja membuat gerakannya tariannya pun jadi ikut berubah dan jadilah namanya menjadi tari Serampang XII tari pergaulan muda-mudi dengan dua belas gerakan, tetap dengan iringan musik secara “live” dan gerakan serampang. Saat ini tari Serampang XII bisa ditarikan perempuan dengan perempuan sebagai tari pergaulan. Bisa dilihat saja ada gelaran festival tari Serampang XII, ada kategori muda-mudi dan mudi-mudi. Intinya, tarian ini hanya bisa ditarikan secara berpasangan saja. Jadi sudah terjawab perihal kenapa disebut dua belas, bukan tarian yang berjilid-jilid melainkan dua belas gerakan yang energik dan penuh semangat.

Tari Serampang XII menjadi gambaran tahap-tahap kehidupan sepasang kekasih bila sebagaimana disebutkan bila ditarikan oleh muda-mudi dengan belas ragam tarian dan menceritakan kehidupan mulai awal perkenalan, jatuh cinta, hingga pada akhirnya menikah. Ini memberi pesan khusus kepada perempuan dan laki-laki dalam hal mencari pasangan hidup memiliki tahapan demi tahapan.

Tari Serampang XII saat sekarang sudah menjadi tarian pertunjukan yang bisa digunakan dalam setiap acara, baik acara resmi di istana negara, hiburan, adat, maupun seni budaya, misi kebudayaan, festival dengan gerakan-gerakan cepat dan dinamis. Dari melompat, berputar, berjalan kecil sampai berjalan cepat lalu memainkan sapu tangan. Tarian ini diiringi oleh alunan musik tradisional seperti kecapi, rebana, akordeon dan musik tradisional melayu lainnya. Sedangkan lagu yang digunakan tetap lagu Pulau Sari meski untuk praktisnya pada zaman sekarang mempergunakan musik rekaman dengan tambahan piano atau “orgen” untuk mengiringi tarian.

Penari memakai pakaian khas adat Melayu di pesisir pantai timur Sumatera yang berwarna cerah. Penari laki-laki memakai kemeja lengan panjang dan celana panjang atau biasa disebut “teluk belanga”. Atribut tambahannya seperti peci atau kopiah yang sekarang beraneka ragam bentuk serta kain yang dikenakan di pinggang hingga paha dan sehelai sapu tangan di kantong kemeja. Sedangkan penari perempuan memakai kebaya Melayu yang berlengan panjang juga dengan berkain songket panjang dari pinggang hingga ke bawah mata kaki ditambah selendang panjang menutupi ditambahkan sapu tangan yang diletakkan di kerah kebaya. Atribut tambahan disertakan hiasan berupa bunga di kepala yang bersanggul atau tidak untuk perempuan, hiasan penutup dada dan anting di telinga.

Tari Serampang XII kini menjadi tarian khas masyarakat kota Medan yang oleh pemerintah daerah menjadi primadona, siapapun diperkenankan menarikannya meski jangan heran bila gerakan demi gerakannya di tiap-tiap daerah dimana suku Melayu berada berbeda-beda. Namun meski berbeda-beda tapi tetap dengan gerakan dua belas ragam. Apalagi sekarang disaat tarian ini dikreasikan dengan berbagai unsur variasi gaya dan pecahannya yang tidak menghilangkan unsur budaya Melayunya dan makna dari tari Serampang XII itu sendiri yaitu tari pergaulan dan untuk bergembira dan hiburan. Bisa diketahui betapa kontrasnya cara menghibur diri muda-mudi pada zaman dahulu dengan muda-mudi pada zaman millenia seperti sekarang. (Nm).


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

10 Fakta Tradisi Unik dan Menarik Selama Perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali

Natamagazine.co – Tahukah selama persiapan penyambutan perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan terdapat fakta tradisi ...

Translate »