10 Bahaya Yang Terjadi Akibat Malas Ganti Celana Dalam.

Natamagazine.co – Celana dalam adalah pakaian pelindung yang paling dekat dengan area paling penting yakni kemaluan. Area ini merupakan yang paling sensitif sekali sehingga diperlukan perhatian dan perawatan khusus. Celana dalam yang kotor berpotensi menjadi sarang bakteri.

Pakar kesehatan Philip Tierno dari New York University, Amerika Serikat menyebut celana dalam yang tertutup oleh celana lainnya ternyata juga rentan kotor atau terpapar bakteri, khususnya bakteri Escherichia coli atau yang lebih sering kita kenal sebagai E.coli yang bisa menyebabkan diare. Memang, bakteri ini tidak secara langsung menyebabkan dampak kesehatan yang serius, namun jika kita terbiasa malas mengganti celana dalam, besar kemungkinan kita bisa terkena penyakit.

Tierno menyebut celana dalam bisa saja dipakai selama dua hari berturut-turut tanpa menyebabkan dampak kesehatan apapun, namun, ada kemungkinan hal ini juga bisa menyebabkan efek buruk, apalagi jika kita sering melakukannya. Karena alasan inilah Tierno sama sekali tidak merekomendasikan kebiasaan ini dan meminta kita untuk mengganti celana dalam setiap hari.

Jangan malas mengganti celana dalam. Yang pasti harus rajin ganti celana dalam setiap hari atau dua kali sehari atau ketika sudah merasa tidak nyaman. Setidaknya dengan ganti celana dalam setiap hari, bakteri dan jamur dapat dibersihkan. Berikut 10 bahaya yang terjadi akibat malas ganti celana dari berbagai sumber.

1. Menyebabkan Kulit Gatal.

Area kemaluan pria dan wanita adalah area paling sensitif, jaga dan lindungi. Keringat di area kemaluan akan terserap di dalam celana dalam. Keringat muncul karena kegiatan sehari-hari. Keringat yang menumpuk pada celana dalam akan memicu tumbuhnya mikroba yang menghasilkan rasa gatal. Kalau sudah gatal pasti ingin menggaruk. Jika tidak ingin area kemaluan gatal, ganti celana dalam yang kotor dengan yang bersih sesudah berkegiatan.

2. Menghasilkan Aroma Tidak Sedap.

Aroma tidak sedap yang timbul akibat celana dalam yang kotor tentu membuat ketidaknyamanan. Jadi tidak ada alasan untuk tidak mengganti celana dalam untuk mencegah penyakit. Aroma tidak sedap karena bakteri hidup di celana dalam. Dan kemaluan sendiri adalah pusat bagi para bakteri berkembang bila tidak dibersihkan. Makanya ganti celana dalam wajib. Usahakan memberikan ruang udara untuk area kemaluan agar tidak lembab dan berbau tidak sedap dan memakai wewangian seperti daun sirih saat berbilas kemaluan

3. Infeksi Akibat Jamur.

Ganti celana dalam sesegera mungkin akibat basah dan lembab karena keringat dan air hujan karena bisa menjadi sarang jamur. Pastikan pakai celana dalam bersih dan kering. Ini untuk mencegah jamur berkembang di area selangkangan dan pangkal paha. Penyakit-penyakit jamur seperti panu, kurap, kadas adalah penyakit-penyakit yang sering timbul akibat malas mengganti celana dalam atau memakai kembali celana dalam yang sudah dipakai.

4. Infeksi Saluran Kemih.

Kemaluan dapat terserang bakteri yang jika bakteri masuk saluran kemih dapat menimbulkan infeksi. Jangan malas ganti celana dalam. Area kemaluan area yang menghasilkan cairan, baik cairan sisa air kencing atau cairan yang keluar tanpa sengaja dari kemaluan. Infeksi terjadi saat bakteri Kolon tiba di kemaluan. Jika mengenakan celana dalam yang sama terus menerus, partikel feses akan bisa jadi sampai di kemaluan dan menimbulkan infeksi.

5. Bentol Merah di Sekitar Kemaluan.

Apa efek bakteri yang disimpan lama di celana dalam yang dipakai sehari-hari atau diganti dua atau tiga hari sehari? Sekitar pantat sampai kemaluan bisa timbul bentol dan berair. Munculnya bentol ini sebagai reaksi cara kulit melawan bakteri dan jamur. Itu mengapa mengganti celana dalam setiap hari mutlak dilakukan, apalagi setelah berkegiatan setiap hari dari pagi hingga malam hari. Bila malas mengganti celana dalam bisa memakai celana dalam sekali pakai (disposable panties) yang terbuat dari kertas.

6. Lecet Pada Kulit.

Rasa gatal karena bakteri dari celana dalam yang kotor terkadang membuat rasa ingin menggaruk dan bila keinginan menggaruk terpenuhi, dan secara tidak sadar menggaruk dengan terlalu keras mengakibatkan kulit menjadi lecet dan berdarah. Jika sudah begini pilih dan pakai celana dalam yang agak tipis agar banyak udara masuk. Gunakan bedak dan salep untuk mengatasi lecet. Pakai celana dalam yang kering dan tentu saja yang bersih.

7. Kutu di Kemaluan.

Celana dalam kotor memang tidak langsung membuat skabies. Namun dapat memicu kutu penyebab skabies makin masuk di bawah bulu kemaluan. Apalagi kalau celana dalam lembab, si kutu bakal cari tempat hangat yakni di dasar bulu kemaluan atau akar bulu kemaluan. Sangat disarankan untuk mencukur bulu kemaluan untuk mengurangi kelembaban sekitar area kemaluan. Ganti celana dalam setiap hari agar tidak menjadi sarang kutu.

8. Ruam Pada Paha.

Ruam terjadi secara tidak sadar karena memilih celana dalam yang ketat dan menimbulkan bekas pada kulit yang apabila tidak ditindaklanjuti akan berdampak serius pada kulit paha. Ini juga bisa mengakibatkan lecet dan apabila bakteri hidup di dalamnya menyebabkan penyakit. Gatal berkembang sebagai respons terhadap infeksi bakteri, yang menyebabkan ruam sekitar kulit paha. Sering-seringlah mencuci kemaluan dan keringkan dengan tisu untuk menghindari pesing di celana dalam akibat sisa buang air kecil yang tidak maksimal.

9. Jerawat

Jerawat yang muncul di tempat-tempat sensitif akan terasa menyakitkan. Memakai celana dalam yang sama beberapa hari akan berujung pada jerawat, akibat akumulasi keringat dan minyak yang berlebihan. Tidak dapat dibayangkan orang-orang yang malas mengganti celana dalam atau mengganti celana dalam tapi dua atau tiga hari sekali, kemungkinan jerawat yang timbul banyak. Ternyata ini yang kurang dipahami kebanyakan orang, bahwa ada hubungan antara jerawat dengan malas mengganti celana dalam setiap hari. Pilih celana dalam berbahan katun yang dipercaya dapat menyerap keringat.

10. Radang

Pakar kesehatan kulit Robin Travers mengatakan pada majalah Fitness bahwa radang bisa terjadi ketika keringat terkumpul di pakaian dalam kotor. Meski ia membahas tentang radang akibat bra yang kotor, aturan yang sama juga berlaku untuk celana dalam. Jika membiarkan bakteri dan jamur bersarang di celana dalam dan bersentuhan langsung dengan kulit selama beberapa hari, jangan kaget bila muncul radang sekitar area kelamin dan itu membuat tidak nyaman. Untuk wanita penyakit keputihan karena jamur penyakit yang paling tidak bisa dihindari akibat jarang mengganti celana dalam. (Nm).


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

10 Tips Merawat Wajah Pria Agar Cerah

Natamagazine.co – Perawatan wajah bukan hanya rutin dilakukan oleh wanita saja. Tidak hanya wanita, pria ...

Translate »