Bubur Pedas Masjid Raya Al Mashun Medan, Gastronomi Istimewa Khas Bangsawan Kesultanan Melayu Deli

Natamagazine.co – Yang khas dan unik setiap puasa Ramadan di Kota Medan dan sudah menjadi tradisi sejak lama yaitu mencicipi bubur pedas Melayu Deli yang memiliki cita rasa tersendiri dan sejarah, gatronomi istimewa khas bangsawan Kesultanan Deli. Saat ini benar bubur pedas sudah bisa dinikmati tidak harus di bulan puasa saja sebab beberapa restoran tertentu memasukkan bubur pedas Melayu ke dalam menu.

Tapi menikmati bubur pedas di bulan puasa Ramadan memiliki sensasi tersendiri apalagi bubur pedas yang diolah dan dimasak di dapur Masjid Raya Al Mashun Medan yang terkenal. Masjid Raya Al Mashun adalah masjid peninggalan Sultan Deli Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alam dan menjadi icon pariwisata Kota Medan.

Bubur pedas adalah makanan khas warisan budaya suku Melayu Deli yang kaya akan rempah-rempah tidak biasa tidak seperti bubur kebanyakan. Keunikan bubur pedas khas Melayu Deli ini karena campuran 40 macam rempah dan dedaunan yang lengkap, dari limit, temu kunci, temu hitam, jintan, serai, kacang, kentang, wortel, tauge, kepah, potongan ayam, udang, kepiting, hingga ikan asin. Dedaunan yang dimaksud antara lain adalah daun jeruk, daun kunyit, daun sikentut, daun buas-buas, daun mengkudu hingga daun mangkok, daun jambu biji, daun kunyit yang menjadi bahan utamanya yang dicampur dengan anyang atau disebut urap, disajikan setiap bulan Ramadan.

Di Medan, restoran yang menjual bubur pedas menjual seporsi bubur pedas Rp 12 ribu. Tapi yang setiap tahun di setiap bulan Ramadan disediakan di Masjid Raya Al Mashun gratis. Siapapun tanpa terkecuali dapat menyantap dan menikmati seporsi bubur pedas tanpa harus merogoh kantong.

Membuat bubur pedas memakan waktu setengah hari. Beras yang diberi air sampai menjadi bubur lalu dicampurkan dengan semua bahan-bahan dan rempah hingga masak. Pembuatan bubur pedas di Masjid Raya Al Mashun berlangsung sejak 1909 Masehi dan menjadi tradisi. Dikerjakan secara turun menurun sebagai tradisi berbuka puasa yang pada saat itu dipimpin oleh Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa Alam Syah dan masih dilakukan sampai hari ini.

Bubur pedas awalnya merupakan sajian khas di lingkungan Kesultanan Deli. Kesultanan Deli sendiri adalah sebuah kesultanan Melayu yang didirikan pada 1632 oleh Tuanku Panglima Gocah Pahlawan di wilayah bernama Tanah Deli. Wilayah itu kini dikenal sebagai Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang.

Meskipun dulunya bubur ini hanya menjadi santapan di kalangan bangsawan kerajaan Melayu Deli, namun seiring berjalannya waktu kini bubur pedas bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat di Sumatera Utara, khususnya di Langkat. Di beberapa mesjid Besar peninggalan kerajaan Melayu seperti di Stabat dan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat juga menyediakan bubur pedas sebagai sajian menu takzil berbuka puasa yang terkenal akan rasanya yang sedap dan lezat.

Bubur pedas juga menyehatkan dan bisa menjadi makanan penghangat tubuh, menyegarkan tubuh dan mengusir angin yang ada di dalam tubuh. Khasiat ini tentu saja didapatkan dari bahan-bahan rempah yang digunakan untuk membuat bubur pedas yang semuanya merupakan bahan yang baik untuk kesehatan.

Banyak warga di sekitar Mesjid Raya Al Mashun Medan yang berlokasi di jalan Sisingamangaraja XII, bahkan dari seluruh penjuru Medan dan dari luar Kota Medan datang untuk mencicipi kehangatan bubur tradisional ini. Ada yang menikmatinya langsung di sana sebagai menu takjil, ada juga yang datang dengan kotak bekal untuk membawa pulang bubur hangat lezat ini. Tertarik ingin mencoba, datang dan kunjungi Mesjid Raya Al Mashun Medan sekalian singgah ke istana Kesultanan Deli yang berlokasi tidak jauh dari mesjid. Cukup dengan berjalan kaki sudah sampai. (Nm).


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dapatkan Ketenangan Jiwa Dengan Berkunjung ke Gajah Mas Gallery, Purana Suite Bali

Natamagazine.co – Berkegiatan seharian dengan pekerjaan yang padat yang menyita waktu serta pikiran mengakibatkan stres ...

Translate »