Halua, Manisan Khas Langkat Warisan Budaya Melayu Yang Masih Berjaya

Natamagazine.co – Semua para penikmat jajanan dan makanan pasti mengenal manisan. Berbagai jenis manisan tersebar di seluruh dunia. Setiap negara dan setiap daerah punya jenis manisan dengan nama, rasa, bentuk dan dari bahan yang berbeda-beda, termasuk yang paling terkenal terdapat di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Di Langkat dan tepatnya di Kota Tanjung Pura, manisan dikenal dengan nama “Halua”.

Halua adalah makanan tradisonal yang khas yang terbuat dari berbagai macam buah dan sayur yang tumbuh di Kabupaten Langkat. Terdapat dua jenis halua. Halua buah dibuat dari buah-buahan seperti seperti pepaya, labu, wortel, daun pepaya, buah gelugur, buah renda, terong, kolang kaling, buah gundur. Sementara halua sayur dibuat dari daun pepaya. Ada yang istimewa dari halua, karena kini tersedia halua dari cabai dengan rasa pedas campur manis yang sangat diminati.

Semua buah dan sayur dikupas kulitnya dicuci bersih terlebih dahulu, kemudian dipotong dan dibentuk semenarik mungkin lalu diendapkan ke dalam air kapur sirih selama 3 jam untuk menghilangkan zat asam yang terkandung di dalamnya lalu ditiriskan dan dibersihkan direbuskan ke air mendidih selama 10-15 menit, tiriskan kembali, kemudian dicampurkan dengan rebusan cairan gula murni tanpa pemanis buatan ditambahkan garam secukupnya dan dipanaskan selama 1 jam lalu diendapkan selama beberapa hari atau maksimal seminggu dan disimpan ke dalam toples atau wadah tertutup.

Masyarakat Melayu pesisir timur sumatera sangat identik dengan halua yang awalnya hanya disajikan di hari lebaran dan acara pernikahan serta jamuan kerajaan untuk tamu-tamu pada zaman kesultanan Melayu Langkat. Kini halua sudah menjadi industri makanan dari usaha kecil menengah yang sudah dipasarkan tidak hanya di Sumatera Utara tetapi juga ke seluruh daerah di Indonesia dan mancanegara.

Budaya dan adat istiadat Melayu dipengaruhi oleh budaya Arab. Kata Halua berasal dari bahasa arab gundul (tulisan arab tanpa harakat) “Halwa” yang memiliki arti “manisan” yang diberikan untuk seorang anak perempuan, dan boleh diberikan untuk nama sebuah produk, tempat ataupun makanan. Dalam kaidah Melayu Halua /Halwa adalah sejenis manisan yang terbuat dari berbagai macam buah yang tumbuh di pesisir timur Sumatera yang didominasi masyarakat suku Melayu sebagai warisan budaya turun menurun dari nenek moyang yang terus dijaga kelestariaannya hingga sekarang. (Nm).


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bubur Pedas Masjid Raya Al Mashun Medan, Gastronomi Istimewa Khas Bangsawan Kesultanan Melayu Deli

Natamagazine.co – Yang khas dan unik setiap puasa Ramadan di Kota Medan dan sudah menjadi ...

Translate »