Penetapan Kawasan Danau Toba Sebagai Destinasi Wisata Dunia dan UNESCO Global Geopark Bukan Isapan Jempol

Natamagazine.co – Kawasan Wisata Danau Toba yang terdapat 8 kabupaten yang mengelilinginya dari waktu ke waktu terus berbenah membangun meski butuh waktu yang tidak singkat. Pembangunan yang dimaksudkan tidak hanya pembangunan fisik melainkan juga pembangunan mental dan mindset semua yang terlibat termasuk juga masyarakatnya dalam mengartikan pembangunan.

Percepatan keseriusan tergambar dengan pembangunan di Kawasan Danau Toba melibatkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara, yakni PT Pertamina dan PT Pegadaian. Kedua perusahaan plat merah itu, mendukung pengembangan 10 desa wisata di danau terbesar se-Asia Tenggara itu.

“Ground breaking dukungan dari Pertamina dan PT Pegadaian untuk 10 desa wisata di kawasan Danau Toba,” sebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam sambutan acara penyaluran uang kerohiman di Kantor Bupati Toba, Sumatera Utara melalui teleconference, pada Jumat, 10 Juli 2020 yang lalu.

Dengan pembangunan 10 desa wisata ini, Luhut mengatakan Pemerintah Indonesia tengah membangun desa lebih baik dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar Danau Toba.

“Saya mengutip bahasa Presiden, Jokowi. Membangun desa berarti membangun Indonesia. Kita sebagai saksi untuk pembangunan tersebut atas dukungan dari PT Pertamina dan PT Pegadaian terhadap 10 desa wisata itu,” tutur Luhut.

Luhut menjelaskan bahwa dukungan pembangunan desa wisata itu, dilakukan PT Pertamina melalui program pembangunan toilet standar internasional, pembinaan olahan masyarakat dan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke desa-desa itu.

“Dari pegadaian pemilahan sampah dan menabung emas di 10 desa. Ini menyadarkan masyarakat untuk hidup bersih lingkungan dan menyukseskan Indonesia 2025,” kata Luhut.

Dengan pembangunan desa wisata ini, Pemerintah Indonesia akan terus membangun objek wisata berkelas internasional. Apa lagi, Danau Toba ditetapkan sebagai Unesco Global Geopark. Hal ini, mempermudah untuk mendatangkan wisatawan mancanegara dengan jumlah ke danau vulkanik terbesar di dunia ini.

Sementara itu di kesempatan yang sama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio menyampaikan bahwa Danau Toba telah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG) oleh Badan PBB urusan Kebudayaan itu. Pengakuan dunia ini membuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dapat dengan mudah memperkenalkan dan mempromosikan danau terbesar di Asia Tenggara itu di pasar pariwisata internasional.

Demikian menurut Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, pada acara penyerahan dana santunan ganti rugi lahan dan Ground Breaking di 10 desa wisata di kawasan Danau Toba di Desa Perdamaen Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Sumatera Utara yang sangat optimis sektor pariwisata akan melesat kembali.

“Pada 7 Juli 2020 kemarin, Danau sudah ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark. Hal ini menambahkan nilai jual pada destinasi itu dan kami dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjual destinasi ini agar lebih banyak pengunjungnya melihat kawasan indah ini,” ungkap Wisnutama.

Wishnutama mengajak masyarakat di kawasan Danau Toba untuk meningkatkan kualitas dalam sektor pariwisata berstandar internasional. Dengan ini, secara otomatis terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar danau vulkanik terbesar di dunia ini.

Karena itu, saya mendorong peningkatan ekonomi kreatif dengan meningkatkan aktivitas dan kualitas sehingga meningkat daya tarik baru dan event-event menarik dan banyak peminatnya, khususnya di kalangan milenial,” lanjut dia.

Kaldera Toba berhasil masuk dan terdaftar di UNESCO serta dinilai dan diputuskan oleh UNESCO Global Geoparks Council pada Konferensi Internasional UNESCO Global Geoparks ke-IV di Lombok, Indonesia, pada 31 Agustus-2 September 2019.

UNESCO meyakini bahwa Kaldera Toba memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang tinggi dengan masyarakat lokal khususnya dalam hal budaya dan keanekaragaman hayati. Dalam konteks inilah, negara anggota UNESCO mendukung Kaldera Toba dilestarikan dan dilindungi sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark.

Penetapan Kaldera Toba dapat mendorong pengembangan perekonomian dan pembangunan berkelanjutan di Kawasan tersebut. Melalui pengembangan geo-pariwisata yang berkelanjutan, terbuka peluang bagi masyarakat setempat untuk promosi budaya, produk lokal serta penciptaan lapangan pekerjaan yang lebih luas. (Nm)

 


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dapatkan Ketenangan Jiwa Dengan Berkunjung ke Gajah Mas Gallery, Purana Suite Bali

Natamagazine.co – Berkegiatan seharian dengan pekerjaan yang padat yang menyita waktu serta pikiran mengakibatkan stres ...

Translate »