Kunjungan Resmi ULCLA Akademi Pariwisata Tarutung Bersama MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) DPD Sumatera Utara ke Badan Pelaksana Otorita Danau Toba

Natamagazine.co – Kunjungan resmi ke Badan Pelaksana Otorita Danau Toba dilakukan Frans Panggabean, Pembina Yayasan Sapari yang menaungi ULCLA Akademi Pariwisata Tarutung, didampingi Direktur Akademi ULCLA, Matur Purba dan perwakilan dosen serta Ketua MASATA (Masyarakat Sadar Wisata) DPD Sumatera Utara, Martin Siagaan bersama tim kerja yang mengepalai beberapa bidang kerja pada Senin, (07/09/2020). Kunjungan langsung disambut dengan hangat dan ramah Ketua Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), Arie Prasetyo beserta staf dan jajarannya di ruang rapat BPODT di Jalan Pattimura Medan.

Sudah menjadi rahasia umum jika Kawasan Wisata Danau Toba tercatat di UNESCO sebagai Kaldera Toba Geopark dan menjadi salah satu dari 5 Destinasi Super Prioritas Nasional selain Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo Dan Likupang sehingga masyarakat di Sumatera Utara khususnya masyarakat Toba bangga dengan prestasi Danau Toba tersebut.

Bukan pekerjaan rumah yang gampang mengubah wajah Kawasan Danau Toba sesuai yang diharapkan dengan semua rencana pengembangannya yang bermuara kepada perbaikan perekonomian masyarakat di sekitar Kawasan Danau Toba itu sendiri dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 8 Kabupaten yang mengapit Danau Toba.

“Bukan perkara mudah mengubah mindset dan kebiasaan masyarakat yang telah mengakar untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dalam merubah Kawasan Danau Toba sesuai marketing plan yang ada tanpa bermaksud merubah keseluruhan kawasan atau apa yang sudah ada,” ungkap Arie Prasetyo.

“Karena tujuan Otonomi menjadikan kawasan Danau Toba menjadi lebih tertata, rapi, indah dan berkualitas bertaraf internasional dengan akses mudah, memperbaiki infrastruktur dan fasilitas yang berwawasan pariwisata sehingga memiliki nilai jual yang tinggi dan diminati seluruh wisatawan di seluruh dunia tanpa terkecuali, termasuk menghasilkan desa-desa wisata yang mandiri, ini untuk meningkatkan perekonomian penduduk sekitar kawasan, tapi kami BPODT selalu optimis bisa dengan pendekatan-pendekatan secara kearifan lokal,” ungkap Arie Presetyo.

Ungkapan senada juga disampaikan Frans Panggabean di ruang rapat terbatas di samping memperkenalkan ULCLA Akademi Pariwisata ke BPODT sebagai institusi pendidikan pelopor pariwisata yang saat ini satu-satunya di Tarutung dengan visi dan misinya menghasilkan Sumber Daya Manusia yang hospitality, professional dan handal saat Kawasan Danau Toba benar-benar direlease khususnya pasca pandemi COVID-19 serta turut mendukung langkah pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan kawasan Danau Toba meski masih secara swadaya.

“Saat ini ULCLA Akademi Pariwisata Tarutung telah melakukan upaya memberikan pengajaran Bahasa Inggris secara gratis di beberapa desa dari 10 Desa Wisata yang dipilih Kemenparekraf Republik Indonesia di Kawasan Danau Toba, dan selanjutnya meminta petunjuk dan arahan apa yang kiranya antara ULCLA Akademi Pariwisata dengan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba dapat bekerja sama dan bersinergi dalam pengembangan desa-desa wisata tersebut dan pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba,” Frans Panggabean menjelaskan.

Untuk informasi, Ulam Clara AKPAR disingkat ULCLA Akademi Pariwisata Tarutung berdiri 30 September 2019. Didirikan sebagai bentuk komiten dan kesadaran seorang Sahala Panggabean, pemilik/pendiri Nasari Group sekaligus ULCLA Akademi Pariwisata membangun kampung sendiri, semoga juga menginspirasi putera/i toba lainnya yang telah sukses dan tersebar di seluruh dunia untuk juga turut membangun kampung, bona pasogit khususnya di kawasan Danau Toba yang tengah berhias diri.

Dalam kesempatan yang sama dan dalam rangka memperkenalkan MASATA ke BPODT, Martin Siagaan, Ketua MASATA (Masyarakat Desa Wisata) DPD Sumatera Utara juga menyampaikan hal yang sama tentang komitmen MASATA dalam memajukan potensi pariwisata di Sumatera Utara dan yang turut serta dalam upaya prioritas pengembangan Kawasan Wisata Danau Toba dan bersinergi dengan UCLA Akademi Pariwisata Tarutung.

“MASATA Sumatera Utara sebagai organisasi non profit bentukan Kemenparekraf Republik Indonesia di bawah Ketua Umum Panca S Sarungu memantapkan diri untuk menjadi mitra dan pengawasan kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam memberikan wawasan pariwisata ke masyarakat dengan menyadarkan pentingnya potensi wisata yang besar di lingkungan dan wilayah Sumatera Utara melalui penyuluhan dan himbauan tentang sapta pesona dan pengembangan UMKM untuk peningkatan perekonomian keluarga di 33 Kotamadya/Kabupaten, juga pembangunan Kawasan Wisata Danau Toba,” papar Martin Siagian.

Turut menyertai pertemuan singkat Frans Panggabean dengan Arie Prasetyo di ruang rapat Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) selama dua jam selain Direktur Akademi Miduk Purba dan Ketua MASATA DPD Sumatera Utara tersebut, Bendahara Wilayah MASATA, April Marbun, Kepala Bidang Pengembangan Komunitas Pariwisata dan UMKM, Yan Djuna, Kepala Bidang Usaha dan Dana, Arifin Sihombing, Ajuar Abdullah dan Wiwik Nirmala Sari, Dosen pengajar di ULCLA Akademik Pariwisata Tarutung. (Nm)


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Positif COVID-19 Tapi Tanpa Gejala, Waspadai Orang Tanpa Gejala (OTG), Jakarta Peringkat Satu di Indonesia

Natamagazine.co – Sejak tiba dari Wuhan, China, dan temuan pertama sekali di Jakarta, kini jumlah ...

Translate »