10 Jenis Kain Ulos Suku Batak dan Maknanya Yang Harus Diketahui

Natamagazine.co – Kain Ulos tidak bisa dipisahkan dari kehidupan Suku Batak meski mereka tersebar kini di seluruh pelosok negeri. Tidak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri. Dimanapun berada adat tetap adat tetap dijunjung tinggi begitu pula kain ulos yang adalah kain tenun tangan khas dari Suku Batak yang sering juga dijadikan oleh-oleh khas dari Sumatera Utara saat berwisata.

Bukan sekadar kain, sehelai Ulos mengandung makna yang mendalam. Mungkin masyarakat dari luar Suku Batak mengenal jenis kain ulos hanya berasal dari kawasan Danau Toba saja padahal jenis ulos banyak bukan hanya ada satu jenis Ulos. Ulos terdiri dari berbagai jenis dan tidak bisa sembarangan dipakai karena beda jenis, maka beda pula maknanya.

Ulos juga merupakan mata pencaharian Suku Batak dimana saat ini menjadi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk perekonomian negeri dan sudah diekspor ke luar negeri baik menjadi industri skala kecil atau besar serta menjadi daya tarik semua wisatawan. Berikut 10 jenis kain ulos Suku Batak dan maknanya yang merupakan warisan budaya dunia yang harus diketahui :

1. Ulos Ragi Hotang

Ulos Ragi Hotang biasanya digunakan pada waktu pesta atau diberikan kepada sepasang pengantin yang baru menikah dengan harapan agar keduanya memiliki ikatan batin.

2. Ulos Sibolang Rasa Pamontari

Ulos Sibolang biasanya digunakan pada saat duka karena Ulos Sibolang biasa disebut sebagai simbol dukacita.

3. Ulos Mangiring

Ulos ini mempunyai corak yang saling beriringan. Hal tersebut melambangkan kesuburan dan kekompakan. Ulos ini biasanya diberikan kepada seorang anak yang baru lahir, terutama anak pertama. Bertujuan agar kiranya anak tersebut kelak diiringi kelahiran berikutnya.

4. Ulos Ragi Hoting

Dahulu ulos ini biasanya digunakan oleh para gadis pada saat pesta dengan cara melilitkannya di bagian dada yang disebut Hoba-hoba. Sesuai perkembangan zaman, ulos Ragi Hotang ini semakin sulit ditemukan.

5. Ulos Bintang Maratur

Ulos Bintang Maratur menggambarkan jejeran bintang yang teratur, bermakna untuk menunjukkan orang yang patuh, setia, dan rukun dalam suatu ikatan keluarga. Ulos ini biasanya digunakan pada waktu pesta.

6. Ulos Ragi Hidup

Ulos Ragi Hidup melambangkan kehidupan dan kebahagiaan dalam keturunan dengan umur yang panjang (saur matua). Ulos ini biasanya digunakan pada waktu pesta.

7. Ulos Pinunasan

Ulos Pinuncaan adalah salah satu Ulos yang paling mahal. Ulos ini biasanya disandang oleh para raja dan dipakai pada waktu pesta.

8. Ulos Simarinjam Sisi

Ulos ini dipakai pada waktu pesta oleh salah satu orang yang berada paling depan pada saat acara pesta.

9. Ulos Lobu-lobu

Jenis Ulos ini biasanya mempunyai keperluan yang sangat khusus, terutama bagi orang yang sering mendapat kemalangan.

10. Ulos Sitolu Tuho

Ulos ini digunakan sebagai pengikat kepala atau tali – tali oleh gadis Batak.

Sungguh luar biasa bukan? Faktanya ulos tidak hanya satu jenis saja, akan tetapi berjenis-jenis dengan makna dan fungsinya masing-masing yang bernilai budaya tinggi. Ada juga Ulos Suri-suri Na Ganjang, yaitu jenis ulos yang diberikan kepada pengantin baru. Ulos ini juga dipakai sebagai Hande – Hande (selendang). Ulos ini juga disebut sebagai Ulos Gabe – gabe. Lalu Ulos Tumtuman yang dipakai sebagai ikat kepala oleh seseorang untuk menunjukkan bahwa yang bersangkutan adalah anak pertama.

Ada pula Ulos Tutur-tutur yang dipakai sebagai pengikat kepala yang diberikan oleh orang tua kepada anak-anaknya (keturunannya). Dan Ulos Antak-antak yang dipakai sebagai selendang bagi orang tua untuk melayat orang meninggal dunia. Selain itu, ulos tersebut juga dipakai sebagai kain yang dililitkan pada waktu menari. Jadi ulos banyak jenisnya.

Zaman dahulu, nenek moyang Suku Batak kebanyakan tinggal di daerah pegunungan yang memiliki cuaca dingin. Untuk melawan rasa dingin tersebut, mereka menggunakan api dan sinar matahari agar mendatangkan rasa hangat. Namun, hal tersebut ternyata tidak selalu bisa mengatasi karena dapat menimbulkan risiko seperti kebakaran sementara udara dingin khususnya saat hujan, datangnya tiba-tiba. Karenanya, lahirlah Ulos, yang secara harfiah berarti ‘selimut’. Ulos inilah yang mereka bawa ke manapun pergi untuk melawan cuaca dan melindungi diri sebab berbahan keras dan tebal bilang dibandingkan dengan jenis kain lainnya

Pada awal kemunculannya tentu saja ulos tidak langsung menjadi sakral seperti sekarang ini. Butuh proses yang sangat panjang sampai akhirnya ulos menjadi kain tenun yang istimewa. Setelah ratusan tahun berlalu, sesuai dengan hukum alam yang berlaku, ulos menjadi ciri khas dan budaya yang ada dalam Suku Batak. Ulos kemudian memiliki arti penting tersendiri yang sering dipakai oleh tetua dalam berbagai pertemuan adat, serta acara resmi.

Ulos sekarang juga dijadikan sebagai hadiah, cenderamata, dan tanda sayang yang diberikan kepada mereka yang terkasih. Di samping seiring perkembangan zaman, ulos menjadi kain yang memiliki makna penting dan disakralkan. Dalam adat Batak, ritual mangulosi (upacara adat) yang notabenenya tidak dilakukan oleh sembarang orang. Upacara ulos hanya dilakukan oleh garis keturunan lebih tinggi kepada mereka yang berada di bawahnya, contoh orangtua yang mengurusi anaknya.

Warna ulos juga hanya terdiri dari empat warna yaitu hitam, putih, merah, kuning meski saat ini ada dihasilkan ulos yang berbeda warna yang disampaikan kepada orang yang tepat. Singkatnya mengenai kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, semua ada aturan dan tidak boleh tertukar termasuk saat diberikan kepada anggota keluarga sebagai tanda cinta saja, orang asing non-batak pun bisa menerima kain tenun tradisional ini.

Ulos, jika diberikan kepada orang asing, maka maknanya bergeser menjadi tanda hormat si pemberi kepada penerima. Misalnya saja, Ulos yang diberikan ketua adat kepada Presiden, Menteri atau Pemimpin lain, dengan do’a dan harapan, Ulos tersebut diharapkan membuat Pemimpin bisa menjalankan tugasnya dengan penuh kasih sayang dan bijaksana. (Nm)


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Positif COVID-19 Tapi Tanpa Gejala, Waspadai Orang Tanpa Gejala (OTG), Jakarta Peringkat Satu di Indonesia

Natamagazine.co – Sejak tiba dari Wuhan, China, dan temuan pertama sekali di Jakarta, kini jumlah ...

Translate »