Boneka Misterius di Pulau Samosir Danau Toba Itu Bernama Sigale-Gale

Natamagazine.co – Yang pernah liburan ke Danau Toba dan mengunjungi Pulau Samosir setelah perjalanan kurang lebih 30 menit dari Prapat menyeberangi danau terluas di Asia Tenggara pasti pernah melihat secara langsung atraksi menari boneka kayu yang misterius dengan segala kisahnya. Sigalegale nama boneka patung kayu tersebut dikenal.

Sigale Gale atau Si Gale-Gale atau Sigalegale adalah sebuah boneka atau patung dari kayu yang digunakan dalam pertunjukan tari saat ritual penguburan mayat suku Batak di Pulau Samosir, Sumatera Utara. Sigale Gale berasal dari kata “gale” artinya lemah, lesu, lunglai yang menari tor-tor dengan iringan musik gordang, musik khas suku batak.

Sigale Gale sangat terkenal di kalangan para wisatawan, tidak hanya wisatawan mancanegara tetapi juga wisatawan nusantara. Hanya jika berkunjung ke Pulau Samosir, baru dapat menyaksikan keunikan boneka misterius ini menari.

Selama menari-nari, patung ini dikendalikan oleh seorang pemain dari belakang mirip boneka marionette menggunakan tali tersembunyi yang menghubungkan bagian-bagian patung melalui podium kayu berukir tempatnya berdiri. Hal ini memungkinkan bagian lengan, kepala dan tubuhnya digerakkan. Konon, jumlah tali yang menggerakkan Sigale gale sama dengan jumlah urat yang ada di tangan manusia.

Pada zaman dahulu, kerajaan di Samosir dipimpin oleh Raja yang bernama Rahat. Dia memiliki anak semata wayang bernama Raja Manggale. Suatu saat Raja Rahat menyuruh anaknya itu berperang melawan musuh di perbatasan. Lalu Raja mengutus Raja Manggale ke perbatasan sebagai panglima.

Namun apa yang terjadi ditengah pertempuran, Raja Manggale gugur dan tidak kembali pulang ke rumah sang Raja Rahat. Mendengar kabar tersebut, Sang Raja sangat sedih hingga jatuh sakit. Karena Raja sangat dicintai rakyatnya, semua rakyat dan datu pada kampung tersebut datang berbondong-bondong dan mengusahakan mendatangkan tabib untuk menyembuhkan sang Raja. Hingga pada suatu waktu datang seorang Sibaso (Datu Perempuan) mengatakan bahwa sang Raja jatuh sakit karena rindu kepada anaknya.

Kemudian Sibaso menyarankan kepada datu untuk membuatkan patung yang mirip dengan anak Raja Rahat tadi yaitu Manggale. Banyak ritual yang terjadi dalam pembuatan Patung ini, hingga pada suatu saat patung ini dijadikan menjadi media pemanggilan roh anak Raja Rahat dan dinamakan Patung Sigale-gale.

Datu Sibaso tadi kemudian melakukan ritual dengan memainkan musik sabangunan untuk memanggil arwah Raja Manggale ke patung Sigale-gale tadi. Melihat patung itu bergerak dan seperti anak sang Raja. Raja Rahat itu pulih dari sakitnya.

Pada zaman lampau berdasarkan Semarajaya batak kuno, patung Sigale-gale digunakan sebagai simbol penghantar kematian baik orang yang mempunyai keturunan (saor matua) untuk menyambungkan keturunan di alam baka kelaknya maupun orang yang tidak memiliki keturunan (mate punu).

Bagi orang Batak, meninggal tanpa keturunan adalah sebuah kesalahan. Patung ini digunakan untuk menghindari kutukan tidak memiliki keturunan agar tidak menyebar.

Pembuatan patung sigale-gale tidaklah muda, memerlukan orang yang menjiwai dan dipercayai akan meninggal menjadi tumbal patung tersebut sebagai arwah yang mengisinya. Oleh karena itu, keberadaan patung ini sangatlah sedikit.

Dahulu patung Sigale-gale diyakini bisa menari sendiri karena daya mistis yang kuat pada zaman itu. Namun seiring masuknya agama Kristen ke daerah Toba ritual ini perlahan bergeser. Upacara Sigale-gale, kini hanya dipertunjukkan sebagai hiburan dan daya tarik bagi wisatawan saja. Patung Sigale-gale kini sekarang dapat menari karena dikontrol oleh seseorang di belakang patung dengan sebuah benang atau tali.

Sempurnakan liburan ke Medan, Sumatera Utara dengan mengunjungi Danau Toba yang berjarak kurang lebih 206 km atau sekitar 6 jaman. Lalu arungi Danau Toba yang megah dengan mempergunakan kapal ferry atau kapal wisata ke Desa Tomok, Garoga, Simanindo dan Siallagan lokasi tempat patung Sigale-gale berada yang menempuh waktu 30 menit dari Prapat. Bisa juga menyeberangi danau dengan speed boat dengan biaya penyeberangan masing-masing kapal berbeda-beda.

Setiap bulan Juni, ada event menarik yang sangat kental dengan budaya batak yang dapat disaksikan di Pulau Samosir yaitu Sigale-gale Carnival. Event ini dikenal dengan drama kolosal batak Sigale-gale. Disepanjang drama kolosal ini akan dipertunjukkan bagaimana kisah hidup Sigale-gale hingga menjadi patung yang bisa bergerak. Event mempertontonkan legenda dari tanah batak, Sigale-gale di sepanjang jalan protokol Pangururan. Selain Sigale-gale Carnival ada juga acara Samosir Art & Culture Festival yang dilaksanakan di bulan yang sama juga. Acara penuh dengan festival seni, budaya dan kuliner dengan dirayakan penuh suka cita. (Nm)


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Gunung Purba di Indonesia ada di Sumatera Utara, Jelajahi Pulau Samosir di Tengah Danau Terluas di Asia Tenggara

Natamagazine.co – Liburan ke Danau Toba wajib mengunjungi Pulau Vulkanik Samosir. Pulau luas dan satu-satunya ...

Translate »