Positif COVID-19 Tapi Tanpa Gejala, Waspadai Orang Tanpa Gejala (OTG), Jakarta Peringkat Satu di Indonesia

Natamagazine.co – Sejak tiba dari Wuhan, China, dan temuan pertama sekali di Jakarta, kini jumlah positif COVID-19 di Jakarta sudah ribuan. Tanda-tanda virus yang awalnya bernama Virus Corona lalu WHO merubahnya menjadi COVID-19 akan berakhir belum ada. Sampai saat ini, belum ada obat yang diyakini ampuh atau vaksin yang telah lulus uji klinis mengatasi wabahnya. Rumah sakit dan tim medis pun mulai kewalahan karena jumlahnya terbatas akibat hal ini.

Setiap hari orang yang terpapar positif dan meninggal tak terkecuali tim medis semakin bertambah di Indonesia, meski di negeri asalnya hampir tak ditemui kasus baru. Kenapa bisa demikian? Kalau di Indonesia sendiri jumlah positif COVID-19 terus bertambah kabarnya akibat kurangnya kesadaran dan ketidakpedulian masyarakat akan bahaya virus ini, bahkan sebagian besar ada yang tidak percaya meski himbauan bahkan ancaman dan sanksi sosial sudah sering dilakukan aparat.

Bukan rahasia lagi, saat ini rasa kuatir akibat pandemi COVID-19 telah berganti masa bodoh dengan alasan perut dan mulut. Kondisi “New Normal” kini dianggap hal biasa sebagaimana sebelum ada COVID-19, seolah-olah COVID-19 tak ada. Himbauan memakai masker dan menghindari keramaian untuk melindungi diri dan orang lain dianggap angin lalu, marah jika diingatkan.

Banyak sekarang ini, menemui aktivitas kumpul-kumpul di muka umum. Selama dianggap sudah memakai masker maka dirasa aman, padahal persoalan COVID-19 bukan hanya soal memakai masker dan cuci tangan saja. Saat ini cluster baru banyak bermunculan tanpa diduga, diantaranya cluster keluarga, teman di pabrik, teman di kantor, di restoran tanpa gejala. Penderitanya disebut OTG yakni Orang Tanpa Gejala.

Siapa itu Orang Tanpa Gejala (OTG)? Bisa saya, bisa juga anda, bisa keluarga kita bisa teman arisan, bisa teman main bola, bisa teman main basket, bisa teman olahraga, bisa teman ibadah, bisa juga orang yang baru anda temui semalam atau tadi pagi, bisa juga orang yang akan anda temui nanti siang atau sore, bisa orang yang anda kenal, bisa juga tidak dikenal.

Dimana Orang Tanpa Gejala ini berada? Bisa di mana-mana, bisa di mall, bisa di kafe, bisa di tempat ibadah, bisa di sekolah, bisa di kampus, bisa di angkutan umum, di kereta, bisa di bus, bisa di angkot, bisa di bank, bisa di pasar, bisa di mini market, bisa di tempat hiburan, bisa di tempat wisata dan intinya bisa di mana-mana.

Kenapa Orang Tanpa Gejala Berbahaya? Karena dia membawa virus COVID-19 yang tak disadari, karena dia tidak check atau rapid-test dan swab-test sehingga tidak mengetahui terpapar atau tidak. Setiap orang punya sistem immunitas berbeda-beda, bisa jadi dia (OTG) kuat, sementara anda atau orang di rumah anda tidak memiliki sistem immunitas kuat.

Bagaimana mewaspadai dan menghindari Orang Tanpa Gejala karena kita tak mau ambil risiko karena kita tidak tahu? Anggap semua orang adalah OTG, termasuk diri kita. Bagaimana caranya? Diam di rumah, tidak ada ceritanya “New Normal” lalu olah raga bareng, kumpul bareng, liburan bareng, makan bareng, melakukan pameran, seminar, kampanye, buat acara pertemuan, pesta dan sebagainya karena kondisi saat ini masih berbahaya.

Anda tidak ingin menjadi korban berikutnya bukan? Yang menularkan virus ke istri, suami, anak-anak, orang tua dan teman-teman Anda.
Bosan di rumah? Di Indonesia, Jakarta menjadi kota dengan jumlah positif COVID19 tertinggi dengan dugaan orang-orang yang tinggal di ibukota negara Indonesia menjadi penyebab dan pembawa COVID-19 ke daerah-daerah lainnya karena aktivitas berpergian untuk pekerjaan, bisnis, atau liburan (Local Transmission)

Banyak yang sudah positif sampai daya tampung rumah sakit berkurang bahkan juga petugas dokter dan perawat serta fasilitas kedokteran. Kalau jumlah tim medis dan jumlah rumah sakit kalah banyak bagaimana? Apa jadinya? Bersabarlah, jangan karena status “New Normal”, jadi seperti orang bebas tanpa batas langsung kebablasan kesana kemari dan kemana-mana sebelum vaksin ditemukan.

Ingat, orang yang akan anda temui mungkin saja Orang Tanpa Gejala (OTG). Jika terpaksa harus keluar rumah, ingat harus tetap jaga jarak ke siapapun dan usahakan untuk keperluan penting saja. Lupakan foto saling berdekatan. Pakai selalu masker, karena masker melindungi diri dan orang lain. Sering-seringlah cuci tangan, bawa hand sanitizer, sampai rumah, alas kaki tinggalkan di luar, jangan sentuh apa-apa dulu dan langsung mandi, jadikan ini kebiasaan baru.

COVID-19 tidak sesederhana soal sakit atau sehat. Jika yang kena virus langsung sakit, mungkin urusannya tidak serumit ini. Yang sakit tinggal ke rumah sakit dan yang sehat bisa beraktifas biasa. Problemnya adalah ada yang sudah terkena virus dan tidak bergejala, tapi masih berkeliaran dan tanpa sadar menyebari, dan bisa saja didapat dari mana-mana yang kita tidak ketahui. (Nm)


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bangsa Indonesia Bangga karena Pemandian Alam Air Soda di Dunia Selain di Venezuela ada di Tarutung, Sumatera Utara

Natamagazine.co – Indonesia harus bangga akan keajaiban alam ini karena berada di bumi pertiwi. Masyarakat ...

Translate »