10 Jenis Makanan Gastronomi Asal Sumatera Utara Yang Khas Menggugah Selera

Natamagazine.co – Sumatera Utara adalah nama provinsi di Indonesia yang terdapat di pulau Sumatera yang memiliki keberagaman suku, budaya, adat istiadat, bahasa agama bahkan makanan (multi etnis). Tidak hanya Melayu dan Batak tapi juga suku lainnya mendiami Provinsi Sumatera Utara yang hari jadinya pada 15 April 1948.

Seni tradisional di provinsi dengan jumlah penduduk keempat terbanyak di Indonesia yaitu 14,56 juta jiwa ini semuanya memiliki makna termasuk juga makanan tradisionalnya yang kaya akan sejarah, filosofi dan dimasak secara turun menurun baik resep dan cara pembuatannya (gastronomi) yang apabila diolah, dikemas dan disajikan sesuai estetika makanan maka memiliki nilai jual lebih dan dapat mendunia seperti rendang. Namun banyak dari jenis makanan tersebut yang tidak dikenali atau diketahui umum.

Sayur, ikan dan daging yang berkualitas tetap bahan utamanya. Satu lagi tentang masakan di Sumatera Utara yang khas adalah saah satu rempahnya yang hanya tumbuh di provinsi ini, yaitu andaliman. Apa-apa saja 10 jenis makanan gastronomi asal Sumatera Utara yang menggugah selera, dan dapat diletahui dan mungkin dicoba lalu dinikmati rasanya, berikut daftarnya:

1. Anyang Pakis

Anyang Pakis merupakan makanan khas masyarakat di kabupaten Asahan, dibuat dari tanaman pakis atau tanaman paku beserta kacang panjnag, daun pepaya dan tauge yang dikukus kemudian diberi bumbu tambahan berupa kelapa yang disangrai, yang di Sumatera Utara disebutnya serundeng.

Sekilas tampilannya mirip dengan urap, namun penggunaan kelapa sangrai yang mirip serundeng menjadi pembeda antara keduanya meski bumbu yang digunakan sangatlah mirip, yakni ada daun jeruk, bawang merah, ketumbar, daum serai yang dihaluskan.

2. Bubur Pedas

Bubur pedas adalah makanan istimewa di Sumatera Utara khususnya untuk masyarakat Melayu. Di Masjid Raya Al Mashun Medan disajikan setiap bulan puasa Ramadhan sebagai takjil secara gratis.

Bahan utama bubur pedas yaitu beras yang dijadikan bunur kemudian diberi dengan daging, rempah-rempah yang cukup banyak, tambahan daun mangkok, dan anyang pakis, tak terkecuali cabai yang membuatnya memiliki rasa pedas, namun lembut di mulut.

3. Arsik

Arsik terkenal sebagai makanan tradisional masyarakat Batak di Tapanuli. Arsik merupakan olahan daging ikan mas atau bisa diganti ikan lainnya dengan bumbu kuning dicampur rempah khusus seperti andaliman atau disebut juga sebagai merica Batak yang hanya tumbuh di Tapanuli beserta asam cikala atau buah kecombrang.

Uniknya, dalam pembuatan makanan khas sumatera utara arsik, sisik ikannya tidak perlu dibuang. Dengan rasa yang enak dari bumbunya yang meresap, arsik akan nikmat bila dimakan sebagai makanan utama atau dijadikan lauk untuk menemani nasi.

4. Naniura

Jika sashimi ada di Jepang, yaitu ikan mentah yang bisa langsung dimakan yang biasanya diberi penyedap rasa berupa kecap asin, wasabi, dan parutan jahe. Di Sumatera Utara khususnya di Tapanuli, ada makanan yang mirip makanan asal Jepang tersebut dengan nama Naniura.

Naniura adalah makanan para raja dan bangsawan Batak pada jaman dahulu dari ikan mas yang diasami dan tidak dimasak karena bumbu asam yang diolah secara kimiawi membuat ikan tidak amis. Naniura dikonsumsi dengan tuak (air nira) atau minuman bersoda.

5. Natinombur

Natinombur adalah olahan ikan mas atau ikan mujair yang disiramkan bumbu seperti bawang merah, jahe, andaliman, kemiri, dan jeruk nipis yang ditumis setelah dihaluskan di atas ikan dengan rasa pedas getir. Berbeda dengan naniura yang ikannya tidak dimasak, natinombur ikannya digoreng atau dibakar.

Nama lain dari natinombur adalah ikan tombur, karena dulunya masakan ini harus direbus dulu, sesuai arti nama dari tombur yakni rebus. Cerita nelayan yang mengarungi samudera yang menyantap ikan dengan cara dibakar lalu dilumuri bumbu yang direbus baru ditaburkan ke atas ikan, menjadi asal-usul kata tombur. Kini bumbu tidak direbus, tapi ditumis.

6. Manuk Napinadar

Nama manuk napinadar pasti asing di telinga pecinta kuliner, karena jarang dijual di rumah makan. Manuk Napinadar disajikan hanya saat ada acara adat atau acara sakral. Dibuat dari olahan ayam kampung yang digoreng atau dipanggang dan disajikan bersama bumbu dan sambal khas dengan memakai darah ayam itu sendiri. Tapi kini sudah diganti dengan kelapa parut yang sangrai.

Yang membedakan ayam panggang Manuk Napinadar dengan ayam panggang lainnya adalah bumbunya memakai andaliman. Bumbu membuat napinadar adalah cabai merah atau cabai rawit, kemiri, kencur, bawang merah, bawang putih, asam, jahe, dan andaliman yang dihaluskan sebelum disiramkan di atas ayam kampung yang telah dipanggang.

7. Saksang

Saksang adalah jenis makanan tradisional paling terkenal suku Batak, berupa daging cincang yang dibumbui darah, bumbu rempah dan diberi santan. Daging yang digunakan adalah daging babi, anjing, atau kerbau. Pada perkembangannya saksang kini diolah tanpa memakai darah agar halal, diganti dengan bumbu sambal yang disebut na so margota.

Bumbu yang digunakan adalah andaliman, cabai, merica, serai, bawang merah, ketumbar, bawang putih, daun salam, kunyit, lengkuas, jahe, dan jeruk perut yang dihaluskan.

8. Daun Ubi Tumbuk

Daun ubi atau daun singkong diolah sebagai makanan khas Indonesia sudah lazim diketahui tapi diolah dengan cara ditumbuk pasti belum. Penyebutan kuliner yang satu ini beragam, tergantung dari daerah mana ia dibuat, mulai dari silalat, gule bulung gadung, dan parcak.

Untuk membuatnya, siapkan bumbu halus dari cabai merah, bawang merah, kunyit, garam dan bawang putih. Tumbuk sampai halus daun singkong muda beserta lengkuas dan batang serai yang dimemarkan, irisan batang kecombrang, buah rimbang dan ebi lalu dimasak bersama santan.

9. Sambal Tuktuk

Sambal tuktuk adalah sambal Tapanuli yang dibuat dengan menggunakan ikan aso-aso (ikan kembung yang dibuat dari proses pengeringan) atau ikan teri. Penggunaan ikan dikarenakan melimpahnya ikan di daerah pesisir Tapanuli. Bahan pembuatannya sama dengan membuat sambal pada umumnya, bedanya hanya di andaliman.

Bahan yang digunakan untuk membuat sambal Tuktuk adalah ikan aso aso yang disuwir-suwir setelah digoreng matang atau ikan teri, dicampur andaliman, kemiri, bawang merah, bawang putih, garam, cabai merah, cabai merah keriting, dan jeruk nipis yang disangrai lalu dihaluskan.

10. Dali Ni Horbo

Makanan tradisional asal Sumatera Utara dengan nama dali no horbo ini sangat unik dan khas sebab dibuat dari olahan dari susu induk kerbau yang baru melahirkan anak dengan usia 1 bulan yang diperah pada pagi hari selama 5 bulan yang direbus mendidih sampai menghasilkan bentuk susu yang menggumpal seperti keju bersama air nenas dan air hasil perasan daun pepaya untuk menghilangkan bau amis susu.

Jika keju dibuat dengan bantuan bakteri atau enzim tertentu, dali no horbo dibuat dengan cara tradisonal tanpa bantuan bahan kimia apapun. Selain disebut dengan dali, keju batak disebut dengan bagot ni horbo karena bagot berarti susu sesuai bahan utamanya.

Sesungguhnya masih banyak lagi jenis dan ragam masakan khas tradisional dari Sumatera Utara sebagai gastronomi yang harus terus dipelajari . Tinggal bagaimana menyajikannya dengan baik agar layak bersaing dan bersanding dengan masakan internasional. Mari membuatnya dan menjadikannya terkenal. (Nm)


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

A Team of Young Hospitality Pros is Opening Indonesia’s first Natural Wine Bar in Berawa, Canggu, Bali

Natamagazine.co – The laid-back pocket of Bali tucked between Canggu and Seminyak – will soon ...

Translate »