Pengakuan Kedaulatan Maroko Atas Wilayah Sahara Barat dari Amerika Serikat

Natamagazine.co – Maroko sebuah negeri indah di Afrika Utara, dipimpin oleh seorang raja bernama Muhammad VI, yang memegang kekuasaan eksekutif dan legislatif dan Perdana Menteri sebagai Kepala Pemerintahan. Sebuah monarki konstitusional dengan parlemen yng terpilih. Memiliki sejumlah objek wisata yang wajib dikunjungi. Beberapa objek wisata tersebut diantaranya, pegunungan salju yang diberi nama Oukaimeden, Istana Badi, Istana Bahia, Taman Majorelle dan objek wisata lainnya yang menarik termasuk Gurun Sahara.

Maroko beribukota Rabat, sebuah negara yang memiliki garis pantai terpanjang di samudera atlantik yang pada kesempatan terbaiknya melalui Perwakilan Tetap Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Duta Besar Kelly Craft, telah secara resmi menyurati Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Sekretaris Jenderal PBB, memberitahukan tentang isi Pernyataan yang dikeluarkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui kedaulatan penuh Kerajaan Maroko atas seluruh wilayah Sahara Barat.

Dalam surat tertanggal 15 Desember 2020 yang ditujukan kepada Presiden Dewan Keamanan, yang salinannya juga dikirim ke Sekjen PBB, Duta Besar Amerika Serikat menegaskan bahwa Pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Presiden Trump mengakui “bahwa seluruh wilayah Sahara Barat adalah bagian dari Kerajaan Maroko”.

Dalam surat yang akan diedarkan sebagai dokumen resmi Dewan Keamanan ini, Craft mengatakan bahwa Pernyataan Amerika Serikat itu juga menegaskan bahwa proposal otonomi Maroko adalah “satu-satunya dasar untuk solusi yang adil dan langgeng atas sengketa di Wilayah Sahara Barat”. Salinan Pernyataan Presiden Donald Trump tentang Sahara Maroko dilampirkan pada surat Craft kepada Dewan Keamanan dan Sekretaris Jenderal PBB.

Pernyataan ini dengan demikian menegaskan kembali dukungan Amerika Serikat untuk proposal otonomi Maroko yang serius, kredibel, dan realistis sebagai satu-satunya dasar untuk solusi yang adil dan langgeng bagi penyelesaian sengketa atas wilayah Sahara Barat. “Amerika Serikat percaya bahwa Negara Sahrawi yang merdeka bukanlah pilihan yang realistis untuk menyelesaikan konflik dan bahwa otonomi asli di bawah kedaulatan Maroko adalah satu-satunya solusi yang layak,” demikian terbaca pada dokumen bersejarah itu.

Craft dalam suratnya mendesak agar program otonomi Maroko segera diimplementasikan di wilayah Sahara Barat. “Kami mendesak para pihak untuk terlibat dalam diskusi tanpa penundaan, menggunakan rencana otonomi Maroko sebagai satu-satunya kerangka kerja untuk menegosiasikan solusi yang dapat diterima bersama,” kata Craft.

Dengan begitu wilayah selatan yang selama ini diperjuangkan untuk menjadi bagian dari negeri yang kebudayaannya percampuran antara kebudayaan arab, eropa dan berber dengan Islam sebagai agama resmi negara dan bahasa Arab Darija sebagai bahasa resmi negara. Maroko menjadi negara yang sangat berpengaruh di Liga Arab dengan kekuatan ekonomi kelima di afrika. (Nm)


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Suka Cita Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah Menyambut Baik Kehadiran Perkumpulan Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PPHRI) di Indonesia

Natamagazine.co – Hal ini disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah di Four Point Medan ...

Translate »