Desa Wisata Sibanggor Julu, Desa Purba di Mandailing Natal Yang Eksotis Yang Terpinggirkan

Natamagazine.co – Pasti bahkan warga Sumatera Utara sendiri apalagi se-Indonesia dan juga Sandiaga Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tak mengetahui bahwa di salah satu kabupaten di Sumatera Utara yaitu Mandailing Natal yang beribukota Panyabungan terdapat desa tua yang sudah berusia ratusan tahun, mungkin bisa disebut juga desa purba. Adalah Desa Sibanggor Julu namanya, terdapat di pinggiran aliran sungai Aek Milas atau Sungai Milas.

Pecinta wisata di seluruh dunia pasti tahu Desa Panglipuran di Bali, Desa Sade di Lombok atau Desa Wai Rebo di Manggarai, NTT yang meski jaman sudah modern, tapi warganya masih terus mempertahankan dengan luhur adat istiadat dan kebiasaan turun menurun warisan budaya nenek moyangnya. Ketiga desa ini dengan keunikannya begitu sangat diminati para wisatawan tidak hanya lokal tapi juga mancanegara.

Siapa menyangka ternyata di Sumatera Utara, ada desa yang hampir serupa dengan ketiga desa tersebut namun keberadaannya luput dari sentuhan, pemberitaan dan publikasi padahal memiliki kearifan lokal yang tinggi. Warga Desa Sibanggor Julu masih menjunjung tinggi dan mempertahankan budaya serta tradisi yang membuat kagum hingga kini. Tentunya ini menjadi potensi wisata yang mengagumkan untuk dijadikan tujuan wisata banyak wisatawan bila dikemas dalam paket wisata dan promosi yang baik.

Nama Sibanggor Julu sendiri berasal dari bahasa Mandailing yang berarti hangat-hangat kuku. Keberadaan desa yang berusia ratusan tahun ini tidak bisa dipisahkan dari Aek Milas atau Sungai Milas. Kehidupan warganya pun seolah bersatu bersama aliran air yang jernih. Alamnya yang indah dan suasana yang tenang, menyegarkan dan sejuk membuat siapapun merasa betah dan menjadi tidak biasa saat berada disini.

Lokasi Desa Sibanggor Julu tepat berada di kaki Gunung Lembah Sorik Merapi, alasan mengapa desa Sibanggor Julu sejuk dan dingin. Selain itu, desa yang ada di Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal ini juga kerap disinggahi para pendaki yang hendak menuju puncak Sorik Merapi. Keunikan yang dimiliki desa berusia ratusan ini ada pada material atap di setiap rumah. Yakni berupa ijuk yang ditumpuk-tumpuk.

Pemilihan ijuk sebagai atap sudah berlangsung sejak lama. Ijuk dipilih bukan tanpa alasan. Selain mempertahankan warisan leluhur, ijuk yang difungsikan sebagai atap memiliki peran lain. Kawasan ini berjarak cukup dekat dengan Gunung Sorik Merapi. Pada waktu-waktu tertentu, hujan abu belerang kerap turun ke desa. Dengan menggunakan ijuk, masyarakat tidak perlu khawatir karena material ini lebih tahan lama dan kuat terhadap hawa belerang tersebut, dibandingkan seng atau plat besi. Selain itu, penggunaan ijuk sebagai atap juga diyakini membuat suhu rumah menjadi hangat pada saat musim hujan, dan dingin pada saat musim kemarau.

Tidak jauh dari desa Sibanggor Julu terdapat pemandian air panas. Semakin menarik bukan? Perpaduan suasana desa kuno yang sejuk dan dingin karena berada di kaki gunung dengan kehangatan kolam air panas sungguh hal yang luar biasa. Bolehlah sekedar ingin menghangatkan kaki dan tangan setelah berjalan-jalan di desa yang sejuk. Sangat menarik dan membuat penasaran seperti apa rasanya bukan? Pasti minat kan ke Desa Sibanggor Julu meski tengah dibangun power plant pembangkit listrik tenaga panas bumi oleh PT. Sorik Merapi Geothermal Plant (SMGP)? Semoga tak membuat Desa Sinanggor jadi berubah. Ayo ke Desa Sibanggor Julu. (Nm).


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bobocabin, Sensasi Mewah Cara Baru Menikmati Danau Toba di The Caldera Toba Nomadic

Natamagazine.co – Keberadaan Bobocabin Glamour Camping (Glamping) dari Bobobox di beberapa sudut area di The ...

Translate »