10 Jenis Pakaian Adat Yang Terdapat di Sumatera Utara

Natamagazine.co – Pariwisata Sumatera Utara tengah menggeliat, fokus pemerintah pusat untuk Kawasan Danau Toba sebagai UNESCO Geopark Global juga tidak kalah seriusnya. Walaupun masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi, termasuk peningkatan mutu SDM dan perbaikan infrastruktur tak menyurutkan keinginan semua pihak membangun Pariwisata Sumatera Utara.

Pariwisata ada karena berkah yang diberikan Tuhan berupa alam semesta yang indah dan budaya dan juga peradaban kepada manusia.
Warisan budaya tersebut menjadi icon penunjang semua kegiatan pariwisata, salah satunya pakaian adat. Pakaian adat yang terdapat di seluruh dunia menjadi ciri khas dan simbol kearifan suatu daerah termasuk di Sumatera Utara yang memiliki banyak etnis suku yang hidup berdampingan dengan damai. Terkadang dipakai pada saat melakukan pernikahan mengucap janji sehidup semati.

Berikut 10 jenis yang berhasil dihimpun yang masih terus lestari sampai saat ini.

1. Pakaian Adat Suku Melayu

Sebagaimana ciri khas pakaian adat Melayu, di Sumatera Utara, Suku Melayu juga mengenakan baju kurung untuk wanita nya lalu dilengkapi dengan kain songket. Baju kurung dari kain brokat atau kain sutra. Selain itu, para wanita Melayu juga menambahkan kalung dengan motif rantai serati, sekar sukun, mentimun, tanggang, dan corak lainnya. Sedangkan para lelaki Suku Melayu menambahkan penutup kepala sebagai aksesoris yang dinamakan Tengkulok atau tanjak yang dibuat dari songket dan mempunyai makna kebesaran dan kegagahan pria. Ada juga Destar yang terbuat dari rotan dan dibalut dengan kain beludru.

2. Pakaian Adat Suku Batak Toba

Suku Batak Toba bermukim di kawasan sekitar Danau Toba. Pakaian adat yang dikenakan sangat khas karena menggunakan jenis kain yang sudah sangat dikenal luas yakni kain tenun ulos yang menggunakan benang berwarna hitam, putih, merah, emas, dan perak, untuk kain Ulos. Kain ulos dipakai dalam kegiatan sehari-hari dan saat upacara adat. Setiap kain Ulos dikenakan memiliki makna filosofi. Kini tidak hanya digunakan sebagai selendang, dan sarung tapi kain ulos digunakan jadi bahan untuk sovenir seperti dompet, dasi, tas, sarung bantal, dan lain-lain.

3. Pakaian Adat Suku Mandailing

Seperti Suku Batak Toba, pakaian adat Suku Mandailing juga mengenakan kain Ulos, bedanya Suku Mandailing menambahkan aksesoris untuk melengkapi penampilan wanita yang disebut Bulang sebagai simbol kemuliaan dan struktur kemasyarakatan. Bulang terbuat dari emas sepuhan atau logam lainnya dan dikenakan di kening. Sedangkan para lelakinya mengenakan hiasan di kepala yang diberi nama Ampu yang di masa lalu hanya bisa dikenakan oleh raja Mandailing dan Angkola. Ampu berwarna hitam dengan hiasan emas yang melambangkan kebesaran.

4. Pakaian Adat Suku Karo

Pakaian Suku Karo memiliki kain khusus yang terbuat dari pintalan kapas yang disebut Uis Gara. Uis Gara artinya kain merah, karena dalam pembuatannya menggunakan benang merah. Warna dasar merah pada Uis Gara ini dipadukan dengan warna benang lainnya, seperti emas dan perak. Meski Uis Gara dominan dengan warna merah, tetapi ada juga yang berwarna hitam dan putih. Suku Karo kerap mengenakan Uis Gara dalam kegiatan sehari-hari serta untuk upacara adat resmi.

5. Pakaian Adat Suku Simalungun

Sama seperti pakaian adat Suku Batak Toba dan Suku Mandailing, Suku Simalungun juga menggunakan kain Ulos sebagai bagian dari pakaian adat. Akan tetapi, di Suku Simalungun kain ini disebut sebagai Hiou. Bedanya dengan Suku Batak Toba dalam mengenakan Ulos adalah Suku Simalungun menambahkan kain samping yang disebut Suri-Suri. Aksesoris yang dikenakan perempuan pada kening mereka disebut Bulang, sementara para lelaki mengenakan Gotong.

6. Pakaian Adat Suku Pakpak

Suku Pakpak memiliki kain yang dinamakan kain Oles. Bagi perempuan, pakaian adatnya disebut dengan Cimata. Sementara untuk lelaki disebut dengan Borgot. Dalam mengenakan pakaian adat mereka, Suku Pakpak juga menambahkan aksesori berupa kalung dari emas yang bertahtakan batu permata.

7. Pakaian Adat Suku Samosir

Suku Batak Samosir adalah suku yang bertempat tinggal di Pulau Samosir. Apa bedanya dengan Suku Batak Toba? Pakaian adat yang dimiliki memang kelihatan sama, tetapi ada perbedaan di antara keduanya. Pakaian adat dari Suku Batak Samosir ini lebih banyak menggunakan aksesoris. Selain itu, suku Samosir juga memakai hiasan kepala sebagai penutupnya. Penutup kepala yang mereka kenakan hampir tidak dimiliki oleh Suku Batak lainnya.

8. Pakaian Adat Suku Sibolga

Suku ini sendiri sebetulnya adalah Suku Batak Pasisi yang juga berawal dari suku Batak Toba. Akan tetapi, kebudayaan mereka sudah tercampur dengan daerah Minangkabau, Melayu dari pesisir timur. Hal ini juga berpengaruh terhadap jenis pakaian tradisionalnya. Pakaian adat yang mereka miliki terkesan simpel. Pakaian tersebut memiliki perpaduan warna gelap yang lebih mendominasi yang dilengkapi dengan beberapa aksesoris yang yang cukup meriah sehingga bisa terkesan lebih glamor dan mewah ketika digunakan.

9. Pakaian Adat Suku Nias

Suku Nias memiliki tradisi yang berbeda dari suku-suku di Sumatera Utara lainnya. Jika suku lain menggunakan warna merah pada banyak pakaian adatnya, maka Suku Nias umumnya menggunakan warna kuning dan emas. Pakaian perempuannya diberi nama Oroba Si Oli, berupa kain yang terbuat dari kulit kayu atau blacu berwarna hitam. Sementara itu aksesorisnya berupa gelang kuningan bernama Aja Kola. Uniknya, ada gelang yang memiliki berat hingga 100 kilogram. Pakaian para lelaki Suku Nias disebut Baru Oholu, terbuat dari kulit kayu dan berbentuk rompi tanpa kancing dan penutup lainnya.

10. Pakaian Adat Suku Angkola

Suku angkola adalah salah satu etnis yang mendiami daerah Tapanuli Selatan. Pakaian adat perempuannya memang hampir sama dengan adat dari Suku Mandailing. Tapi, pakaian adat dari Angkola ini jauh lebih mendominasi dengan warna yang cukup mencolok, yakni warna merah yang dilengkapi dengan kain selendang. Kain tersebut nantinya akan diselempangkan pada tubuh. Baik lelaki atau pun perempuan juga mengenakan mahkota khas dari Batak Angkola.

Khususnya yang berasal dari suku-suku di Sumatera Utara, mana pakaian adat daerah anda? (Nm)


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Suku Melayu di Indonesia Tidak Sama Dengan Suku Melayu di Malaysia?

Natamagazine.co – Membahas tentang Melayu tentunya tak lepas dari sejarah panjang dari masa lalu yang ...

Translate »