Selamatkan Budaya Sumatera Utara dengan Mengetahui Warisan Budaya Tak Benda dan Benda untuk Internasional

Natamagazine.co – Sejarah mencatat, Indonesia menjadi anggota UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) sejak 27 Mei 1950 dan berkedudukan di Paris, Prancis dengan Audrey Azoulay sebagai Direktur Jenderalnya saat sekarang ini.

Keanggotaan ini tidak terlepas dari pandangan politik luar negeri yang bebas dan aktif serta pandangan bahwa multilateralisme menjadi sandaran Indonesia dalam mengembangkan kerjasama global.

Sejak saat itu upaya perlindungan dan penyelamatan warisan leluhur, adat istiadat dan budaya yang turun temurun sejak nenek moyang bangsa Indonesia baik yang bersifat benda maupun tak benda mulai dikumpulkan bukti-buktinya lalu didaftarkan sebagai warisan budaya tak benda maupun benda ke UNESCO.

Hingga tahun 2017, tercatat ada 594 karya budaya tak benda telah terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia yang dikelola oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tahun 2013 berjumlah 77, Tahun 2014 berjumlah 96 terdiri dari 89 WBTB Indonesia dan 7 Warisan Budaya Bersama. Tahun 2015 berjumlah 121, tahun 2016 berjumlah 150 dan tahun 2017 berjumlah 150 dan semuanya merupakan warisan leluhur nenek moyang bangsa Indonesia yang masih terjaga hingga kini termasuk Sumatera Utara.

Ada beberapa karya budaya tak benda Sumatera Utara yang masuk dan terdaftar sebagai warisan seni budaya dan adat istiadat meski jumlahnya hanya sebagian kecil. Berikut daftarnya:

Tor-Tor, tarian Batak Toba dan Gordang Sembilan menjadi warisan budaya tak benda asal Sumatera Utara untuk kategori Seni Pertunjukan dan Rumah Adat Karo untuk kategori kemahiran dan kerajinan tradisional pada tahun 2013.

Pada tahun 2014, adalah Huda-huda dan Ulos Adat Batak terpilih dan dipilih untuk kategori seni pertunjukan. Disusul Omo Hada, Bola Nafo, untuk kategori kemahiran dan kerajinan Tradisional. Lalu Serampang Duabelas untuk kategori Seni Pertunjukan, Berahoi untuk kategori tradisi dan ekspresi lisan serta Merdang-Merdem untuk kategori adat Istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan.

Selanjutnya menyusul pada tahun 2016, Erpangir Ku Lau dan Sipaha Lima (Ugamo Malim) yang masuk kategori adat istiadat masyarakat, ritus, dan perayaan-perayaan. Masih di tahun yang sama, Ni ‘Oworu masuk kategori yaitu kemahiran dan kerajinan tradisional dan Dayok Binatur dengan kategori yang sama juga.

Kemudian di tahun 2017 tercatat Genderang Sisibah dan Tari Gubang untuk kategori Seni Pertunjukan . Lalu Holat, Babae dan Toge Panyabungan kategori Kemahiran dan Kerajinan Tradisional. (Nm).


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

BPPD NTB Tunjuk Tony Hwang, CEO Resort Holiday Sebagai Perwakilan Promosi dan Pemasaran di Korea Selatan

Natamagazine.co – Sebagaimana daerah lainnya di tanah air yang tengah gencar berpromosi dan membangun destinasi ...

Translate »