Tidak Usah Jauh Berwisata ke Pulau Bali, Cukup ke Kampung Bali, Langkat saja

Natamagazine.co – Sumatera Utara terkenal provinsi yang memiliki aneka ragam suku etnis budaya beragam. Tidak hanya yang dikenal menetap di provinsi yang beribukota Medan adalah suku Melayu, Batak, Karo, Simalungun, Pakpak, Nias, Mandailing saja tetapi suku lainnya di tanah air. Ada suku Jawa, Padang dan Aceh menetap di provinsi ini, tapi bagaimana dengan Suku Bali, adakah di Sumatera Utara? Tentunya ini menjadi tidak biasa. Namun faktanya ada, yang pasti bila berbicara tentang Bali pasti tentang sebuah pulau dengan pesona pariwisata yang menakjubkan yang sangat terkenal di seluruh dunia.

Ada salah satu tempat unik dan menarik yang bisa dikunjungi jika sedang berada di Sumatera Utara, tanpa harus ke Pulau Bali nya sendiri, yaitu Kampung Bali. Kampung Bali adalah sebuah perkampungan yang dihuni oleh masyarakat asli Suku Bali sejak puluhan tahun yang lalu. Kampung ini terletak di Desa Paya Tusam, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat. Di kampung ini, bermukim komunitas etnis Suku Bali yang masih taat akan tradisi.

Banyak wisatawan baik lokal maupun manca negara yang tertarik untuk mengunjungi kampung ini, sekedar untuk melihat dan menikmati suasana perkampungan Khas Bali ataupun untuk mempelajari kehidupan Suku Bali yang bisa hidup rukun berdampingan dengan masyarakat sekitar di sana.

Dilansir dari laman visitlangkat, ledakan Gunung Agung pada Februari 1963 silam adalah awal mula bagaimana Suku Bali bisa mendiami dataran Sumatera. Berawal dari bencana alam tersebutlah yang kemudian membuat dampak yang besar bagi masyarakat Bali. Tanah pertanian saat itu menjadi tandus, dan banyak masyarakat Bali kehilangan sumber pendapatan sehari-hari. Bisa dibilang, masa-masa itu adalah periode paling sulit dalam sejarah masyarakat Bali.

Kemudian, pemerintah pada masa itu merencanakan program transmigrasi bagi masyarakat Bali keluar pulau agar mendapat pengganti lahan pekerjaan dan kehidupan yang baik. Pulau Sumatera masuk sebagai tujuan transmigrasi masyarakat Bali saat itu. Dari situlah, banyak masyarakat Bali yang kemudian tinggal dan bekerja di Pulau Sumatera.

Kedatangan masyarakat Bali ke Sumatera Utara, khususnya ke daerah Langkat ini, menambah ragam suku nusantara yang mendiami provinsi Sumatera Utara yang hingga saat ini masih terus melestarikan budaya dan seni tradisi Bali yang tinggi dan luhur, melakukan upacara-upacara adat seperti yang dilakukan umat Hindu Bali pada umumnya. meski jumlahnya tidak banyak. Sebab warga Bali yang awalnya mendiami desa tersebut sebagian telah meninggalkan kampung dan menjadi perantau.

Suku Bali yang kini tinggal di Kampung Bali merupakan generasi kedua dari Suku Bali pertama yang datang ke Sumatera Utara. Saat ini, terdapat 36 Kepala Keluarga dari Suku Bali yang mendiami Desa Paya Tusam dari total sebanyak 74 Kepala Keluarga yang tinggal di desa tersebut. Sebanyak 38 Kepala Keluarga lainnya adalah Suku Jawa yang datang dalam kurun tahun 1980 sampai 1990-an.

Meskipun jumlah suku Bali lebih sedikit daripada suku Jawa, namun kedua suku pendatang ini dapat hidup rukun berdampingan. Bahkan, tidak jarang terjadi pernikahan antara suku Bali dan suku Jawa yang tinggal di desa tersebut. Warga Suku Bali masih bisa melakukan kegiatan termasuk peribadatan dan adat seperti biasa, salah satunya adalah Upacara Mecaru.

Upacara Mecaru adalah upacara yang dilakukan sebelum Hari Nyepi. Upacara ini dilakukan pada intinya untuk mensucikan alam sekitar tempat tinggal dari gangguan roh jahat (Buthakala) agar tidak mengganggu kehidupan warga. Upacara Mecaru dilaksanakan di pintu gerbang masuk kampung Bali, lengkap dengan sebuah sanggah bambu yang digunakan sebagai tempat penampahan dan sejumlah sajen lainnya sebagai pelengkap ritual sembahyang. Segala rupa bahan-bahan sajen ini dipersiapkan secara bersama-sama oleh warga di Pura.

Selain itu, warga Suku Bali juga merayakan Nyepi. Selama Hari Nyepi ini, kegiatan-kegiatan yang dilarang antara lain amati geni (tidak menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak berpergian), serta amati lelanguan (tidak menghidupkan hiburan). Amalan baik yang bisa dilakukan antara lain membaca kitab Weda. Ketika Hari Nyepi ini umat Hindu di Kampung Bali hanya berdiam diri di rumah, dan perkampungan akan menjadi sepi (kecuali aktivitas yang dilakukan oleh suku lainnya). Mungkin ingin mencobanya?

Dengan tetap menjalankan berbagai upacara adat dan merayakan hari-hari besar, membuktikan bahwa suku Bali yang tinggal di Kampung Bali ini tetap dan terus mempertahankan dan menjaga tradisi dan adat-istiadat meski di tanah perantauan. Keyakinan untuk terus mempertahankan budaya dan tradisi di manapun berada sama seperti bunyi pepatah Bali, tak kering oleh panas, tak basah oleh hujan. Makna dari pepatah ini adalah, di manapun suku Bali berada maka budaya dan tradisi luhur mereka terus dijaga.

Untuk mencapai Kampung Bali, bisa melalui kota terdekat yaitu Binjai menuju ke Kecamatan Selesai, Langkat dengan medan jalan tidak mulus dan bebatuan dan jalan perbukitan menanjak yang ketika musim hujan maka akan lebih berat lagi. Tapi inilah fakta yang harus jadi perhatian pemerintah daerah yaitu perbaikan infrastruktur bila ingin menjadikan Kampung Bali, di Desa Paya Tusam, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat sebagai Desa Wisata dan tujuan wisata yang mampu mendatangkan wisatawan.

Dari Binjai jarak tempuh dengan mobil menghabiskan waktu satu setengah jam. Kebun-kebun karet dan kelapa sawit menjadi pemandangan menarik yang menghibur mata. Ada tantangan selanjutnya saat akan menuju lokasi perkampungan, harus melalui penyeberangan dengan getek yang membantu untuk melintasi aliran sungai Bingai. Merasa tertantang untuk mengunjungi dan melihat pesona Pulau Bali, di Kampung Bali, Paya Tusam di Langkat, Sumatera Utara? (Nm)


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

10 Tari Tradisional Indonesia Paling Populer di Dunia Internasional

Natamagazine.co – Hari Tari Sedunia diperingati setiap tanggal 29 April. Semua negara-negara di dunia memiliki ...

Translate »