Mengembangkan Layanan, Pelita Air Terbang Perdana Rute Jakarta-Bali Dengan Pesawat Airbus A320-200

Natamagazine.co – Pelita Air Service hingga saat ini mengoperasionalkan sebanyak 24 pesawat. Jumlah pesawat tersebut di antaranya 15 sayap putar dan 9 sayap tetap. Dan pada Kamis (28/04/2022) penerbangan perdana reguler Pelita Air Service dengan pesawat Airbus A320-200 dirilis.

Pesawat tiba Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten pada Senin (12/4/2022). Kedatangan dua pesawat ini juga menunjukkan kesiapan Pelita Air yang tengah mengembangkan layanan penerbangannya ke layanan penerbangan komersial berjadwal.

Rilis perdana Pelita Air Service disampaikan Direktur Utama PAS Dendy Kurniawan bahwa Pelita Air Service beroperasi dengan tujuan Jakarta–Bali–Jakarta dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

Penerbangan reguler ini akan memiliki frekuensi 1 kali per hari dengan jadwal keberangkatan dari Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pukul 09.20 WIB dan tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada 12.10 WITA. Jadwal keberangkatan penerbangan dari Bali–Jakarta pada 14.55 WITA dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada 15.45 WIB.

Dendy menjelaskan bahwa dibalik dibukanya penerbangan reguler maskapai yang berdiri sejak 1970 sebagai tahap awal tersebut karena menurutnya rute ke Bali merupakan destinasi favorit bagi para wisatawan, terlebih seiring dengan pandemi yang berangsur berubah menjadi endemi serta adanya masa libur lebaran 2022 dan juga mendukung perjalanan bisnis.

“Rute penerbangan reguler perdana Jakarta–Bali–Jakarta rencananya akan kami jalankan pada 28 April 2022, ke depan, Pelita Air berencana membuka rute perjalanan ke destinasi wisata dan bisnis favorit lainnya di Indonesia,” ujar mantan CEO AirAsia Indonesia ini.

Sebelumnya, Pelita Air berupaya untuk bisa menyelesaikan proses sertifikasi fase 4 agar bisa beroperasi sebelum lebaran 2022. masih ada proses sertifikasi fase 5 yang dibutuhkan untuk segera memfinalkan operasi maskapai. Kedatangan pesawat Airbus A320 Pelita Air merupakan momen bersejarah sekaligus milestone baru bagi perusahaan yang sebelumnya fokus pada layanan penerbangan charter.

Maskapai ini sebelumnya adalah maskapai charter dengan pengalaman di sektor minyak dan gas serta government special mission dengan sedikit sejarah terbang berjadwal. Baca Juga : Akhirnya! Pelita Air Terbang Perdana Mulai 28 April 2022 Secara lebih terperinci, dari laman resminya, pendirian Pelita Air berawal dari kebutuhan Pertamina untuk mendukung kegiatan eksplorasi, eksploitasi, kargo, serta transportasi migas dan/atau personel.

Awalnya pada 1963, Pertamina membuat departemen layanan udara yang disebut Pertamina Air Service. Pada 1970 atau 7 tahun setelahnya, Pertamina menutup departemen layanan udara dan sebagai gantinya mendirikan PT Pelita Air Service (PAS), anak perusahaan otonom untuk menyediakan operasi penerbangan berkelanjutan. Maskapai ini kemudian diberi misi melakukan operasi penerbangan untuk melayani dan mengkoordinasikan operasi penerbangan secara ekonomis dalam industri migas di Indonesia melalui penerbangan charter dan kegiatan terkait. Termasuk kegiatan transmigrasi, pemadam kebakaran, pengungsi, palang merah, tumpahan minyak, foto udara, transportasi kargo.

Selanjutnya layanan Pelita Air diperluas ke penerbangan untuk VVIP, lepas pantai, evakuasi medis, operasi seismik, survei geologi, helirig, pilot helikopter untuk disewa, dukungan dan pelatihan. Selama beberapa dekade, Pelita Air melayani jasa penerbangan bagi beberapa perusahaan migas di Indonesia, baik perusahaan asing maupun domestik

(Nm)


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ida Rsi Putra Manuaba Disambut Ramah Kepala Menteri Uttar Pradesh, India, SwamiJi Yogi Aditya Nath

Natamagazine.co – Melanjutkan lawatan selama berada di India, setelah bertemu dan diterima dengan baik CM ...

Translate »