10 Tari Tradisional Indonesia Paling Populer di Dunia Internasional

Natamagazine.co – Hari Tari Sedunia diperingati setiap tanggal 29 April. Semua negara-negara di dunia memiliki tarian khas dari yang klasik, tradisional hingga modern yang menggambarkan kebiasaan hidup manusia. Tarian sendiri ada sejak peradaban manusia di dunia hadir. Tarian adalah salah satu seni pertunjukkan yang diselaraskan dengan iringan lantunan alat musik. Biasanya tarian berfungsi untuk menyambut tamu, peringatan hari atau peristiwa tertentu atau bentuk ritual keagamaan.

Sejarah hari tari sedunia sendiri tercetuskan sejak tahun 1982, yang merupakan hari lahir Jean George Noverre, pencipta tarian balet modern dengan tujuan untuk mempromosikan keanekaragaman talenta para penari di seluruh dunia. Komite Dansa International Theatre Institute (ITI) mencanangkan adanya Hari Tari Sedunia untuk merayakan tarian, bersenang-senang dalam universalitas bentuk seni dengan melintasi semua hambatan politik, budaya, dan etnis dan untuk menyatukan orang-orang dengan bahasa universal yakni tarian.

Di Indonesia ada banyak jenis tarian sebagai bagian dari kultur dan budaya tanah air. Tarian menjadi salah satu tradisi dalam bersosialisasi dan membudayakan kesenian tradisional yang beberapa diantara tarian tersebut sudah sangat terkenal sampai ke mancanegara. Berikut 10 tarian tradisional Indonesia Paling Populer di Dunia Internasional.

1. Tari Serampang XII

Dari nama tariannya saja sudah dapat dibayangkan betapa tarian yang berasal dari suku Melayu di Sumatera Utara, tepatnya Serdang Bedagai ini sangat unik. Makna Tari Serampang Dua Belas merupakan penggambaran kisah cinta pasangan. Tarian ini menceritakan tentang dua anak manusia yang saling mencintai. Kemudian diakhiri dengan pernikahan yang direstui kedua orang tua. Serampang dua belasi dilakukan secara berpasangan oleh lelaki dan perempuan.

2. Tari Kecak

Bukan hanya terkenal dengan keindahan alamnya, Bali juga dikenal dengan ragam budayanya. Salah satunya tari kecak. Tarian yang menampilkan drama tari dari cerita Ramayana ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan di Bali. Tari Kecak disebut juga dengan tari Sang Hyang yang dilakukan saat upacara spiritual keagamaan. Tarian ini mempertontonkan banyak (puluhan atau lebih) penari laki-laki yang duduk berbaris melingkar dan dengan irama tertentu menyerukan “cak” dan mengangkat kedua lengan.

3. Tari Jaipong

Siapa yang tak kenal tari Jaipong? Tarian khas dari Jawa Barat ini dikenal dengan gerakan yang dinamis dan atraktif karena berasal dari gabungan pencak silat, tari ronggeng dan tari ketuk tilu. Biasanya tarian ini dibawakan secara perorangan atau grup dan ditampilkan untuk penyambutan tamu hingga dan pagelaran festival budaya baik berskala nasional maupun internasional. Tari Jaipong disebut juga tari pergaulan tradisional masyarakat Sunda yang berasal dari wilayah Karawang yang sangat populer.

4. Tari Piring

Sebuah pertunjukkan tari tradisional yang unik dari Suku Minangkabau, Sumatera Barat karena menggunakan piring di setiap telapak tangan penarinya dalam tariannya. Piring-piring yang digunakan para penari tersebut diayun dengan gerakan-gerakan yang cepat namun teratur. Makna Tari Piring mencerminkan kehidupan masyarakat tradisional Minangkabau saat mereka bekerja di sawah. Tarian ini mengungkapkan kebahagiaan para petani sekaligus rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen yang sukses

5. Tari Saman

Tarian asal Nangroe Aceh Darussalam yang dibawakan sekelompok orang yang jumlahnya ganjil ini sudah melenggang hingga ke mancanegara. Keunikan tarian ini terlihat dari penggunaan tangan penari untuk menciptakan suara-suara yang padu. Jika kebanyakan tari tradisional lain penarinya bergerak bebas, tari saman dibawakan penarinya dengan cara duduk. Selain menggunakan gerakan tangan, para penari juga berbagi tugas, ada yang seperti berteriak semangat, ada yang menyanyikan lagu, dan lain sebagainya.

6. Tari Gambyong

Masyarakat Jawa Tengah dikenal dengan kelembutan dan keluwesannya. Hal tersebut digambarkan dalam sebuah kesenian, yaitu tari gambyong. Tarian ini dibawakan beberapa penari wanita dengan gerakan yang anggun dan indah. Di masa Keraton Surakarta, tari gambyong sering dijadikan sebagai tarian hiburan dan tarian penyambutan tamu kehormatan. Makna Tari Gambyong diumpamakan seorang dewi padi (Dewi Sri) yang tengah menari. Oleh sebab itu, dulu tari ini digunakan untuk upacara ritual pertanian demi mendapat kesuburan padi dan panen yang melimpah.

7. Tari Serimpi

Tarian klasik asal Jogjakarta ini bersifat sakral yang menggambarkan kesopanan dan kelemahlembutan. Hal tersebut dapat dilihat dari gerakannya yang pelan dan lemah lembut. Dulu tarian ini hanya ditampilkan di lingkungan Keraton Yogyakarta untuk acara kenegaraan dan peringatan kenaikan tahta Sultan. Karena sifatnya yang sakral, penarinya juga sudah dipilih oleh keluarga kerajaan. Namun setelah Kerajaan Mataram pecah, tarian ini mulai mengalami perubahan dalam segi gerakan meskipun inti dari tarian ini masih sama.

8. Tari Yapong

Jenis tarian kontemporer ini melambangkan suka cita dan pergaulan masyarakat Betawi di Jakarta. Gerakan dalam tarian ini sederhana namun sangat dinamis. Para penari menari dengan ekspresi gembira dengan memainkan kaki dan tangan secara bergantian. Tarian ini memiliki gerakan sangat bervariatif dan terus berkembang dengan berbagai kreasi dalam setiap pertunjukannya.

9. Tari Tor-tor

Selain Tari Serampang XII, yang tidak kalah terkenalnya dari Sumatera Utara tepatnya dari daerah Tapanuli adalah Tari Tor-tor. Tarian ini merupakan kesenian yang melekat pada masyarakat suku Batak dan selalu digelar dalam hampir setiap upacara adat dan penyambutan tamu serta acara pernikahan. Bagi masyarakat Batak, tari tortor memiliki nilai budaya sekaligus spiritual. Lewat tarian ini masyarakat menyatakan harapan dan doanya.

10. Tari Remong

Tari remong atau yang biasa disebut dengan tari remo adalah tarian yang menggambarkan seorang pangeran yang berjuang di medan perang. Remo berasal dari kata Reyoge Cak Mo. Tarian ini berasal dari Jombang, Provinsi Jawa Timur. Tarian ini sering ditampilkan sebagai pengantar pertunjukan dalam pergelaran kesenian Ludruk atau tarian selamat datang untuk menyambut tamu. Umumnya, tari ini dibawakan penari laki-laki dengan gerakan yang gagah berani.

(Nm)

 


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Program People to People Partnership and Networking Ida Rsi Putra Manuaba Sebagai Jembatan Ayodhya India dan Prambanan Jogjakarta

Natamagazine.co – Agus Indra Udayana yang sekarang dikenal dengan nama Ida Rsi Putra Manuaba tengah ...

Translate »