Jelajah Museum Situs Kota China Yang Menyimpan Sejarah Lahirnya Kota Medan

Natamagazine.co – Situs Kota China di Medan yang kini menjadi museum tempat ditemukannya berbagai barang antik dan artefak peninggalan pada masa lampau harusnya menjadi tujuan wisata yang paling dicari wisatawan saat berkunjung ke Kota Medan. Namun apa dikata, kurangnya promosi menjadikan lokasi yang menyimpan banyak bukti sejak masa lampau kurang diminati bahkan sepi pengunjung. Banyak yang tidak tahu keberadaannya dimana menjadi alasan utamanya. Padahal Situs Kota China telah diketahui sejak tahun 1970-an.

Museum Situs Kota China. Museum yang berada di Jalan Kota China No 65, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan menyimpan semua benda-benda dan temuan artefak bersejarah. Konon lokasi tempat situs berada adalah cikal bakal terbentuknya Kota Medan. Hal ini ditunjukkan oleh banyaknya peninggalan atau bukti arkeologis yang merujuk pada era abad ke-12 hingga awal abad ke-14, seperti eartenware fragmen (tembikar), porcelain fragmen (keramik), coin (mata uang), glass fragmen (gelas), brickstone fragmen (Batubata berfragmen candi), archa (statue), tulang belulang, atau bahkan sisa-sisa perahu tua (ships ruins).

Melansir dari laman Kementerian Kebudayaan, museum ini menjadi bukti bahwa Situs Kota China dulunya adalah pemukiman yang padat yang berada di antara Sungai Belawan dan Sungai Deli. Di area ini dulunya juga berdiri industri, pergudangan, ladang palawija, tambak, dan galian pasir. Galian itu yang sekarang dikenal sebagai Danau Siombak. Jejak sejarah Situs Kota China mulai terkuak sejak ditemukannya sebuah arca kuno tepatnya pada saat adanya penggalian tanah menggunakan alat berat untuk penimbunan pembangunan jalan Tol Belmera pada tahun 1986 silam. Selain itu ditemukan keramik dari Persia dan Tiongkok, uang keping dari Sri Lanka dan Tiongkok, dan patung Buddha dari Hindia.

Diduga Situs Kota China dulunya merupakan pelabuhan niaga internasional di mana berlabuh kapal yang bersumber diantaranya dari Persia, Hindia dan Tiongkok. Terkuburnya jejak sejarah Kota China, yang hingga kini belum habis tergali adalah sebuah kerajaan yang makmur dan terdapat pelabuhan laut (bandar) internasional yang dihuni para imigran asal Tiongkok. Pada umumnya, bangsa China yang datang berlatar belakang keinginan untuk mencari peruntungan hidup lebih baik dari tempat asalnya, dengan melakukan bisnis perdagangan.

Di bandar tertua tersebut, tempat yang kini menjadi Museum Situs Kota China yang berada di utara Kota Medan ini, diperkirakan berdasarkan bukti-bukti arkeologisnya diketahui cenderung merujuk pada era kedinastian Sung, Yuan, dan Ming di China dan mengalami masa kejayaan. Kawasan daratan dan pantai dihuni imigran dari negeri Tiongkok, dengan pelabuhan rakyat serta jalur perdagangan tersibuk. Transaksi perdagangan seperti tembikar, guci, keramik, rempah-rempah dan termasuk arca berlanggam Chola atau India Selatan diperjualbelikan.

Tidak hanya niaga, tapi dibandar tertua di Kota Medan ini juga berlangsung beragam aktivitas budaya. Bukti dari sejarah pelabuhan ini diketahui, setelah adanya penemuan kayu rangka dari bangkai kapal. Untuk penemuan kayu sisa dari rangka kapal ditemukan di sebelah utara, ditempat itu diyakini sebagai lokasi pelabuhan laut pada masa itu.

Melansir dari laman Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, kemajuan perdagangan di bandar Kota China mendadak terhenti setelah kota itu dilanda musibah alam. Kawasan pelabuhan laut yang berkembang pesat, terkubur menjadi daratan. Menurut versi kepercayaan masyarakat setempat, hilangnya Kota China dikarenakan menerima kutukan dan diserang oleh pasukan kepah. Sedangkan sebagian lain beranggapan, kota tempat imigran Tiongkok itu hilang setelah terkena bencana tsunami.

Kemajuan perdagangan di bandar Kota China mendadak terhenti, setelah kota itu dilanda musibah alam. Kawasan pelabuhan laut yang berkembang pesat, terkubur menjadi daratan. Dari cerita legenda di masyarakat hilangnya Kota China dikarenakan menerima kutukan dan diserang oleh pasukan kepah. Sedangkan sebagian lain beranggapan, kota tempat imigran Tiongkok itu hilang setelah terkena bencana tsunami.

Sekitar 5 abad kemudian setelah bandar Kota China terjadi pendangkalan, pelabuhan baru lalu berdiri di kawasan Bandar Labuhan Deli atau saat ini berada di wilayah Kelurahan Pekan labuhan, berjarak sekitar 3 kilometer dari lokasi situs Kota China. Sejarah bandar Labuhan Deli dibangun pada tahun 1814, setelah raja deli ketiga, Tuanku Panglima Pasutan memindahkan pusat pemerintahan Kesultanan Deli dari Deli Tua ke daerah Labuhan Deli. Penasaran seperti apa Museum Situs Kota China? berkunjung lah ke arah Marelan.

(Nm)


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ikan Bakar Pacak Kuliner Asli Khas Pesisir Sibolga Kini Hadir di Kota Medan

Natamagazine.co – Kota Medan dikenal dengan surganya aneka macam kuliner, baik dari luar Kota Medan ...

Translate »