Suku Melayu di Indonesia Tidak Sama Dengan Suku Melayu di Malaysia?

Natamagazine.co – Membahas tentang Melayu tentunya tak lepas dari sejarah panjang dari masa lalu yang luar biasa. Tak ada yang bisa memperkirakan masa sekarang ini bila dibandingkan dengan masa lalu. Perubahan karakter dan kebiasaan masyarakat yang karena perubahan jaman, pengaruh budaya lain dan teknologi lupa sejarah diri dan asal usul.

Berdasarkan wikipedia, Melayu berasal dari kata mala dan yu. Kata mala berarati mula dan yu berarti negeri. Sehingga kata melayu mengandung arti negeri mula-mula. Melayu merupakan kelompok etnis/etnik Austronesia yang menghuni Semenanjung Malaya, pesisir timur pulau Sumatra (Bangka Belitung, Jambi, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Sumatra Utara), bagian selatan Thailand, pantai selatan Burma, pulau Singapura, pesisir Kalimantan, Filipina bagian selatan, dan pulau-pulau kecil yang terletak di sekitar lokasi ini secara kolektif dikenal sebagai “Dunia Melayu”. Lokasi ini sekarang merupakan bagian dari negara modern Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei, Thailand, dan Filipina.

Di Malaysia tidak ada yang dinamakan suku Melayu. Di Malaysia sebutan Melayu dipanggil bangsa Melayu. Definisi Melayu di Malaysia dan Indonesia sangat berbeda. Di Indonesia, suku Melayu adalah salah satu dari banyak suku suku yang membentuk Bangsa Indonesia. Suku Melayu itu Melayu, suku Jawa itu Jawa, suku Minang itu Minang dan seseterusny

Sementara di Malaysia, Bangsa Melayu terdiri dari suku-suku yang ada di Indonesia, seperti suku Jawa, suku Banjar, suku Mandailing, suku Bugis, suku Melayu, suku Minang, Melayu Patani, Melayu Champa, Melayu Kedah, Melayu Pahang, Melayu Kelantan, Melayu Sarawak dan semua suku suku yang mengamalkan cara hidup Melayu, berbahasa Melayu, mengamalkan adat istiadat Melayu dan beragama Islam.

Sehingga dapat diketahui, selain dari “Melayu Anak Negeri” seperti Melayu Kedah, Melayu Kelantan, Melayu Pahang dan sebagainya yang memang berasal dari tanah Semenanjung Malaya, kumpulan-kumpulan Melayu yang berasal dari seluruh kepulauan Nusantara tetapi berhijrah ke Semenanjung Malaya seperti Jawa, Bugis, Rawa, Minang, Aceh, dan sebagainya juga disebut sebagai Melayu tapi sebagai “Melayu Anak Dagang” dan dikarenakan aturan perlembagaan di Malaysia yang telah mengikat Melayu itu harus beragama Islam, maka beberapa rumpun Melayu lain seperti Orang Asli (aborigine people), Melanau, Iban, Dusun, dan sebagainya yang tak beragama Islam tidak disebut sebagai “Melayu” di Malaysia.

Di Malaysia termasuk Singapura ada kecenderungan politik untuk mencoba menempatkan semua kelompok etnis yang berbicara dalam bahasa Melayu dan kebetulan beragama Islam di bawah satu panji yaitu Melayu (“Jika Anda berbicara Melayu dan Anda Muslim, maka Anda Melayu”).

Tidak demikian halnya di Indonesia di mana semua suku bangsa memiliki identitas budayanya masing-masing yang diakui dan dihormati oleh pemerintah. Faktor ini juga yang menjadi cikal bakal tumpah tindih identitas “Melayu” antara Indonesia dengan negara tetangga khususnya Malaysia. Selain di Nusantara, suku Melayu juga terdapat di Sri Lanka, Kepulauan Cocos (Keeling) (Cocos Malays), dan Afrika Selatan (Cape Malays).

Masuknya agama Islam ke Nusantara pada abad ke-12, diserap baik-baik oleh masyarakat Melayu. Islamisasi tidak hanya terjadi di kalangan masyarakat jelata, namun telah menjadi corak pemerintahan kerajaan-kerajaan Melayu. Di antara kerajaan-kerajaan tersebut ialah Kesultanan Johor, Kesultanan Perak, Kesultanan Pahang, Kesultanan Brunei, Kesultanan Langkat, Kesultanan Deli, dan Kesultanan Siak, bahkan kerajaan Karo Aru pun memiliki raja dengan gelar Melayu. Kedatangan Eropa telah menyebabkan orang Melayu tersebar ke seluruh Nusantara, Sri Lanka, dan Afrika Selatan. Di perantauan, mereka banyak memiliki kedudukan dalam suatu kerajaan, seperti syahbandar, ulama, dan hakim.

Dalam perkembangan selanjutnya, hampir seluruh Kepulauan Nusantara mendapatkan pengaruh langsung dari Suku Melayu. Bahasa Melayu yang telah berkembang dan dipakai oleh banyak masyarakat Nusantara, akhirnya dipilih menjadi bahasa nasional di Indonesia, Malaysia, dan Brunei

Sebenarnya, definisi “Bangsa Melayu” atau Rumpun Melayu itu lebih luas daripada itu. (Bangsa Melayu itu berbeda dengan Suku Melayu). Bangsa Melayu adalah nama lain bagi Austronesia dan merupakan sub bangsa kepada Mongoloid (Mongolia, China, Jepun, Korea dan sebagainya).

Menurut Saintis Jerman, Johann Friedrich Blumenbach (1752–1840), The Malay Race ini adalah bangsa rumpun Melayu yang menghuni kawasan yang dikenali sebagai “Malay Archipelago” atau Nusantara yang terdiri dari Nalambi di Madagascar membawa ke negara Indonesia, Malaysia, Filipina, Brunei, Singapura dan Selatan Thailand, sehingga ke Kepulauan Pasifik seperti Fiji, Samoa, Tahiti dan Hawaii. Malah bangsa Melayu pernah membentuk kerajaan yang kuat di Kemboja dan Vietnam (Kerajaan Melayu Champa) dan Patani di Selatan Thailand.

Bahasa Tagalog yaitu bahasa rasmi di Filipina juga mempunyai banyak suku kata yang sama dengan bahasa Melayu. Malah, pejuang kemerdekaannya yang terkenal iaitu Jose Rizal dikenali sebagai “Pride of a Malay Race”. Malah beberapa patah perkataan Hawaii turut mengandungi perkataan yang sama dengan bahasa induk Melayu seperti contoh lua (2), lima (5), ono (6).

Secara kesimpulan, dari beberapa penerangan di atas, definisi “Melayu” secara umum terbagi kepada 3 yaitu:

1. Rumpun Melayu. Semua orang Austronesia termasuk dalam rumpun Melayu yaitu suku Banjar, suku Jawa, suku Melayu, Melayu Malaysia, Filipina, Champa, Patani (tidak termasuk orang Vietnam dan Siam), dan lain lain. Orang Siam (bukan Patani) dan Vietnam tidak dikategorikan dalam kumpulan ini karena budaya, adat istiadat dan perwatakan mereka lebih mirip kepada IndoChina.

2. Bangsa Melayu Malaysia (yang beragama Islam, mengamalkan adat istiadat Melayu, bertutur dalam bahasa Melayu dan mengamalkan adat istiadat Melayu). Orang Jawa, Sunda, Patani, Minang, Bugis, Melayu Pahang dan semua suku asal Nusantara yang beragama Islam termasuk dalam golongan ini sekaligus orang Filipina yang beragama Kristen dan orang Bali yang beragama Hindu tidak termasuk dalam kategori ini.

3. Suku Melayu. (suku Melayu yang menghuni Jambi, Riau, Bengkulu, Sumatera, Pontianak dan lain lain suku Melayu di Indonesia).

Sudah paham sekarang kan? Jadi jangan keliru jika orang Indonesia mendapatkan budaya milik suku Jawa, Minang, Aceh dan sebagainya turut dilestarikan di Malaysia karena di Malaysia memang banyak sekali suku Jawa, Bugis, Aceh, Minang dan sebagainya . Bedanya di Malaysia, mereka dikenal dan disebut sebagai “Bangsa Melayu” atas sebab sebab politik dan penyatuan saudara bukan “Suku Melayu” seperti di Indonesia. (Nm)

Sumber : Aimir Syah, 19 April 2020.


Redaksi Natamagazine.co For review your business, invitation and advertising, please do not hesitate to contact: +628126466637.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ikan Bakar Pacak Kuliner Asli Khas Pesisir Sibolga Kini Hadir di Kota Medan

Natamagazine.co – Kota Medan dikenal dengan surganya aneka macam kuliner, baik dari luar Kota Medan ...

Translate »